Agar daya tahan tubuh tak menurun, jangan konsumsi 8 makanan ini!

Kamis, 01 Juli 2021 | 12:04 WIB Sumber: Kompas.com
Agar daya tahan tubuh tak menurun, jangan konsumsi 8 makanan ini!

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jangan asal mengonsumsi makanan. Sebab, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat ternyata bisa menurunkan daya tahan tubuh. 

Melansir BBC, sistem daya tahan tubuh membutuhkan dukungan asupan sehat dan seimbang agar kinerjanya bisa optimal. Selain mencukupi kebutuhan protein minim lemak jahat dan karbohidrat, setiap orang juga disarankan makan lima porsi buah dan sayur setiap hari. 

Berbicara soal buah dan sayur, asupan ini dikemas dengan vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia. Oleh bakteri baik yang ada di usus, senyawa tersebut akan diubah menjadi zat yang bermanfaat untuk melawan peradangan di dalam tubuh. 

Semakin banyak jenis dan warna sayur serta buah yang dimakan setiap hari, jenis fitokimia yang masuk ke tubuh semakin beragam. 

Tak hanya itu; sayur dan buah berwarna merah, oranye, kuning, dan hijau mengandung senyawa karotenoid yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. 

Baca Juga: Bisa ganggu sistem saraf, ini 4 efek samping daun sirih

Ahli gizi komunitas Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, kepada Kompas.com, Senin (28/6/2020) membagikan sejumlah makanan yang bisa menyabotase kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19. 

Berikut deretan makanan penyebab daya tahan tubuh menurun yang sebaiknya dihindari: 

1. Gula tambahan 

Gula alami dapat ditemukan dalam buah dan susu. Sedangkan gula tambahan bisa berupa gula, sirup, maltosa, sukrosa, fruktosa, sirup jagung, sampai pemanis buatan. 

Gula tambahan banyak ditemukan dalam minuman dalam kemasan seperti jus dan teh, soda, kopi susu, es krim, yogurt manis, permen, kue, kue kering, dll. Terlalu banyak gula tak baik untuk kesehatan. 

Baca Juga: Minum teh daun zaitun secara rutin bisa menurunkan asam urat tinggi

Kementerian Kesehatan membatasi konsumsi gula orang sehat maksimal sebanyak empat sendok makan atau 50 gram per hari. Sayangnya, gula tambahan yang kerap dicampurkan ke dalam minuman atau makanan sulit ditakar atau tidak dicantumkan komposisinya, sehingga rentan berlebihan. 

Menurut Dr. Tan, kelindan antara gula dan daya tahan tubuh cukup erat. Konsumsi gula berlebihan meningkatkan protein peradangan TNF alfa, C-reaktive protein, dan IL 6. Ketiganya bisa menurunkan imunitas. 

Gula darah tinggi juga bisa menghambat respons sel darah putih saat ada serangan penyakit. Tak hanya itu, gula darah tinggi juga bisa merusak keseimbangan bakteri usus yang mengubah respons imun, sehingga badan lebih mudah terinfeksi. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru