Ada macam-macam vaksin Covid-19, siapa yang ampuh melawan virus corona varian Delta?

Kamis, 09 September 2021 | 07:13 WIB   Reporter: Adi Wikanto
Ada macam-macam vaksin Covid-19, siapa yang ampuh melawan virus corona varian Delta?

ILUSTRASI. Ada macam-macam vaksin Covid-19, siapa yang ampu melawan virus corona varian Delta?


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Ada macam-macam vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi nasional. Dari berbagai vaksin tersebut, bagaimana keampuhannya terhadap virus corona varian Delta yang belakangan banyak menimbulkan kasus positif Covid-19?

Satgas Covid-19 mencatat hingga 8 September 2021 jumlah penerima vaksin dosis pertama sebanyak 69.194.539 orang. Sedangkan jumlah penerima vaksin Covid-19 dosis kedua sebanyak 39.721.571 orang. Lalu penerima vaksin Covid-19 dosis ketiga sebanyak 737.337 orang.

Program vaksin Covid-19 akan terus digencarkan di berbagai daerah. Pasalnya, jumlah penerima vaksin Covid-19 tersebut masih jauh dari target sasaran vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720.

Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemerintah menetapkan sejumlah vaksin. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan emergency use authorization (EUA) terhadap 7 vaksin Covid-19 di Indonesia sejak Januari 2021 hingga saat ini. Adapun tujuh vaksin yang sudah mendapat EUA dari BPOM yakni Sinovac, vaksin Covid-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V.

Namun, sejauh ini pemerintah baru menggunakan 5 vaksin Covid-19, yakni Sinovac, Sinopharm, Moderna, Pfizer dan AstraZeneca. Lalu bagaimana kemampuan vaksin tersebut mencegah infeksi virus corona varian Delta?

Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 menegaskan, masyarakat tidak perlu pilih-pilih vaksin. Semua vaksin Covid-19 terbukti berhasil menciptakan antibodi dalam tubuh untuk mencegah infeksi virus corona.

Namun baru-baru ini, hasil analisa Satgas Covid-19 menemukan rincian efektivitas sejumlah vaksin dalam mencegah infeksi virus corona varian Delta. Virus corona varian Delta memang menjadi perhatian banyak negara karena meningkatkan risiko penularan Covid-19 hingga 60%.

Baca juga: Terbuka untuk masyarakat umum, cek lokasi vaksin Moderna & Pfizer di Jakarta

Berdasarkan data Satgas Covid-19, analisa tersebut hanya menggunakan dua jenis vaksin Covid-19 yakni Pfizer dan AstraZeneca. Berikut perbandingan kemampuan vaksin Covid-19 dalam melawan virus corona varian Delta.

Vaksin Covid-19 Pfizer

  • Vaksin Covid-19 Pfizer memiliki efektivitas mencegah munculnya gejala akibat virus corona varian Delta sebesar 36% pasca penyuntikan dosis 1.
  • Vaksin Covid-19 Pfizer memiliki efektivitas mencegah munculnya gejala akibat virus corona varian Delta sebesar 88% pasca penyuntikan dosis 2.
  • Vaksin Covid-19 Pfizer memiliki efektivitas mencegah rawat inap akibat virus corona varian Delta sebesar 94% pasca penyuntikan dosis 1.
  • Vaksin Covid-19 Pfizer memiliki efektivitas mencegah rawat inap akibat virus corona varian Delta sebesar 96% pasca penyuntikan dosis 2.

Vaksin Covid-19 Astrazeneca

  • Vaksin Covid-19 Astrazeneca memiliki efektivitas mencegah munculnya gejala akibat virus corona varian Delta sebesar 30% pasca penyuntikan dosis 1.
  • Vaksin Covid-19 Astrazeneca memiliki efektivitas mencegah munculnya gejala akibat virus corona varian Delta sebesar 67% pasca penyuntikan dosis 2.
  • Vaksin Covid-19 Astrazeneca memiliki efektivitas mencegah rawat inap akibat virus corona varian Delta sebesar 71% pasca penyuntikan dosis 1.
  • Vaksin Covid-19 Astrazeneca memiliki efektivitas mencegah rawat inap akibat virus corona varian Delta sebesar 92% pasca penyuntikan dosis 2.

Itulah perbandingan kemampuan vaksin Covid-19 Pfizer dan AstraZeneca dalam melawan virus corona varian Delta. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 mengingatkan agar masyarakat aktiv mendapatkan dua dosis vaksin dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Zona merah corona per 5 September 2021 hanya 5 daerah, ini daftarnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru