Ada 48.484 Kasus Covid-19 20 Februari, Ini Obat Sakit Tenggorokan Gejala Omicron

Senin, 21 Februari 2022 | 06:51 WIB Sumber: Kementerian Kesehatan RI,Kompas.com
Ada 48.484 Kasus Covid-19 20 Februari, Ini Obat Sakit Tenggorokan Gejala Omicron

ILUSTRASI. Ada 48.484 Kasus Covid-19 20 Februari, Ini Obat Sakit Tenggorokan Gejala Omicron


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kemunculan varian Omicron menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia hingga Minggu 20 Februari 2022 masih bertambah banyak. Sakit tenggorokan adalah salah satu gejala Covid-19 Omicron yang banyak terjadi. Berikut cara mengobati sakit tenggorokan gejala Covid-19 Omicron.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 48.484 pada 20 Februari 2022. Jumlah penambahan kasus Covid-19 tersebut lebih sedikit dibandingkan pada 19 Februari 2022 sebanyak 59.384.

Selain itu, kasus Covid-19 aktif sedikit melambat dengan penambahan di angka 15.448 per hari pada 20 Februari 2022. Lalu pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit hingga 20 Februari 2022 masih bisa dikendalikan di angka 38% dari total kapasitas nasional, hanya meningkat 1% dari posisi sebelumnya di 37% pada Sabtu (19/2) kemarin.

Angka pasien Covid-19 sembuh pada 20 Februari 2022 juga telah mencapai 32.873 per harinya. “Kita akan terus memprioritaskan pelayanan kesehatan rumah sakit hanya untuk pasien COVID-19 bergejala sedang hingga kritis dan yang memiliki komorbiditas saja, untuk menahan tekanan pada rumah sakit sampai kita melewati puncak gelombang Omicron nantinya,” ujar Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Kasus Covid-19 20 Februari 2022 Turun Lagi, Gejala Omicron Harus Tetap Diwaspadai

Kemenkes juga mencatat gejala Covid-19 Omicron yang banyak terjadi adalah adalah sakit tenggorokan. Gejala Covid-19 Omicron ini juga terjadi di banyak negara.

Dilansir dari Kompas.com,  Everyday Health memberitakan bahwa penelitian yang dilaporkan otoritas kesehatan di Inggris menunjukkan, sebanyak 53 persen orang yang positif Covid-19 Omicron merasakan gejala sakit tenggorokan. Persentase tersebut lebih besar dibandingkan sakit tenggorokan yang dirasakan orang yang positif Delta (varian virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sebelumnya).

Seperti diketahui, sakit tenggorokan karena Covid-19 bisa sangat mengganggu penderitanya karena terkadang sampai menyebabkan nyeri saat menelan. Kondisi ini bisa menyebabkan penderita tidak nafsu makan sampai susah menelan cairan.

Sebelum menyimak beberapa cara mengobati sakit tenggorokan karena Covid-19 Omicron, ketahui dulu kaitan antara sakit tenggorokan dan Covid-19 Omicron.

Sakit tenggorokan dan Covid-19 Omicron

Penderita Omicron banyak yang merasakan gejala Covid-19 sakit tenggorokan karena Omicron cenderung menginfeksi saluran pernapasan bagian atas. Hal ini sedikit membedakan Omicron dengan Delta yang dapat menginfeksi saluran pernapas bawah atau sampai menyerang paru-paru.

Karena lebih sering menginfeksi saluran pernapasan atas, Covid-19 Omicron juga lebih mudah menular dibandingkan varian virus corona lainnya. Ihwal berapa lama sakit tenggorokan karena Covid-19, hal ini dapat dipengaruhi status vaksinasi Covid-19 dan kondisi kesehatan penderita.

Untuk penderita yang belum disuntik vaksin Covid-19, sakit tenggorokan gejala Omicron bisa bertahan sampai dua minggu. Sedangkan untuk penderita yang sudah menerima vaksin Covid-19, sakit tenggorokan biasanya dapat membaik dalam waktu seminggu.

Cara mengobati sakit tenggorokan Covid-19 Omicron

Dokter spesialis THT yang berbasis di Silicon Valley AS Jerome Hester, MD membagikan cara mengobati sakit tenggorokan karena Covid-19 Omicron yang praktis dijajal di rumah. Berikut beberapa cara mengobati sakit tenggorokan akibat Covid-19 Omicron:

  • Minum banyak cairan

Cara pertama mengobati sakit tenggorokan gejala Covid-19 Omicron adalah minum banyak air. Ketika sakit tenggorokan, termasuk karena Covid-19, tubuh penderita akan meradang dan memproduksi banyak lendir untuk mengeluarkan virus yang bersarang di tubuh. Sebagian lendir terkadang masih tertinggal di tenggorokan, sehingga memicu sakit tenggorokan.

Minum banyak cairan dapat membantu merangsang pengeluaran lendir yang menempel di tenggorokan dan langit-langit mulut. Dengan begitu, iritasi bisa dicegah.

Selain itu, minum banyak cairan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi juga dapat meningkatkan respons daya tahan tubuh alami ketika sakit. Saat sakit tenggorokan, sebaiknya Anda minum air dalam suhu ruang (bukan air es) untuk menjaga kelembapan tenggorokan.

Terkadang, minum air es atau minuman dingin bisa memicu batuk dan membuat iritasi semakin parah. Agar tenggorokan lebih nyaman, Anda juga bisa minum air hangat yang diberi sedikit perasan lemon dan satu sendok teh madu.

  • Hindari pantangan sakit tenggorokan

Cara kedua mengobati sakit tenggorokan gejala Covid-19 Omicron adalah menghindari pantangan sakit tenggorokan. Saat sakit tenggorokan, hindari segala jenis pantangan yang bisa membuat peradangan semakin parah. Salah satu yang harus dihindari adalah minuman beralkohol.

Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, hindari segala jenis minuman dan makanan tinggi gula seperti minuman dalam kemasan, atau segala jenis hidangan penutup.

Penderita sakit tenggorokan sebaiknya juga meminimalkan asupan kafein seperti kopi, teh, cokelat, soda, atau minuman berenergi. Perlu diketahui, minum asupan berkafein dapat membuat penderita Covid-19 susah beristirahat.

  • Banyak istirahat

Cara ketiga mengobati sakit tenggorokan gejala Covid-19 Omicron adalah banyak istirahat. Tidur berkualitas dan banyak istirahat penting selama proses pemulihan dari sakit, termasuk ketika terkena Covid-19. Ketika sakit, tubuh membutuhkan banyak energi untuk melawan segala jenis biang penyakit.

Penelitian yang dilakukan ahli dari University of Washington telah membuktikan, proses penyembuhan penyakit infeksi virus seperti flu sangat terbantu dengan banyak istirahat. Saat terinfeksi virus, tubuh memproduksi banyak protein AcPb ekstra.

Ketika tidur, protein ini berinteraksi dengan zat kimia pensinyalan sistem kekebalan tubuh yang disebut interleukin-1. Kedua zat ini bahu-membahu mempercepat proses penyembuhkan ketika seseorang beristirahat.

  • Konsumsi asupan bergizi

Cara keempat mengobati sakit tenggorokan gejala Covid-19 Omicron adalah konsumsi asupan bergizi. Saat sakit tenggorokan, termasuk ketika Covid-19, nafsu makan biasanya juga menurun drastis.

Namun, jangan sampai penderita enggan makan atau minum. Makan asupan bergizi dengan komposisi protein minim lemak jahat, serat dari sayur dan buah, serta karbohidrat dapat membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh.

Dengan menjaga asupan bergizi lengkap dan seimbang, daya tahan tubuh bisa lebih kuat dan proses pemulihan sakit bisa berjalan lebih cepat.

Jika Anda sudah menjajal beberapa cara mengobati sakit tenggorokan karena gejala Covid-19 Omicron di atas tapi rasa nyerinya masih tak tertahankan, coba konsultasi lewat layanan telemedicine. Terlebih jika penderita sampai tidak nafsu makan, kesulitan menelan makanan, sangat nyeri menelan minuman, dan dehidrasi.

Itulah beberapa cara mengobati sakit tenggorokan gejala Covid-19 Omicron. Jangan lupa untuk minum obat-obatan yang dikirim Kemenkes melalui layanan telemedisin untuk menyembuhkan Covid-19 Omicron.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

 

 

Itulah perkembangan kasus Covid-19 hingga 20 Februari 2022 dan gejala serta ciri-ciri Omicron yang harus diwaspadai. Mari patuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 Omicron.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru