Abdel Pakai Sabu Saat Memandu Acara Mamah Dedeh, Ini Ciri-Ciri Pemakai Sabu-Sabu

Selasa, 11 Januari 2022 | 07:31 WIB Sumber: Kompas.com
Abdel Pakai Sabu Saat Memandu Acara Mamah Dedeh, Ini Ciri-Ciri Pemakai Sabu-Sabu

ILUSTRASI. Abdel Pakai Sabu Saat Memandu Acara Mamah Dedeh, Ini Ciri-Ciri Pemakai Sabu

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Presenter dan pelawak Abdel Achrian mengaku pernah menjadi pemakai narkoba jenis sabu-sabu. Bagaimana ciri-ciri orang pemakai sabu-sabu?

Mengenali ciri-ciri orang pemakai sabu-sabu bisa bermanfaat banyak. Kita bisa memberikan saran atau mengingatkan orang terdekat agar menghentikan aktivitasnya menggunakan barang haram tersebut.

Abde mengaku masih menjadi pemakai narkoba jenis sabu-sabu saat memandu salah satu program dakwah di televisi. Hal itu diungkapkan Abdel dalam obrolan di video YouTube Vindes pada Sabtu (8/1/2022). "Akhirnya gue tahu kalau dia (Mamah Dedeh) tahu," ujar Abdel dalam video berdurasi 1 jam 15 menit itu.

"Masih ada sabu-sabunya saat itu. Makanya Mamah Dedeh gedek banget sama gue, 'gue ditemeni orang kayak begini'," lanjut Abdel.

Abdel mengaku, memandu acara dakwah bersama Mamah Dedeh memberinya banyak pelajaran berharga dan dia saat ini di memastikan telah bersih dari narkoba dan tidak pernah lagi menggunakan narkoba.

Apa saja ciri-ciri orang pemakai sabu-sabu?

Baca Juga: 3 Masalah kesehatan mental yang umum dialami

Ciri-ciri orang pemakai sabu-sabu menurut dokter

Psikiatri adiksi dari Klinik Adiksi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Enjeline Hanafi, BMedSci, SpKJ mengatakan bahwa umumnya pemakai sabu-sabu atau methamfetamin akan merasakan energinya bertambah. Selain itu, pemakai sabu-sabu juga merasakan peningkatan kepercayaan diri, bicara cepat, euforia, napsu seksual atau libido meningkat, dan menjadi sangat waspada.

"Pemakai sabu akan terlihat sangat bersemangat, gelisah, impulsif, tidak fokus, hingga tidak butuh tidur," ujar Enjeline saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/1/2022).

Ia menambahkan, ciri-ciri orang pemakai sabu-sabu secara fisik terlihat pada perubahan denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh, psikomotor, dan dilatasi pupil. Tak hanya itu, ciri-ciri orang pemakai sabu-sabu juga akan terlihat memiliki kantung mata dan berbicara ngelantur.

"Adanya kantung mata pada pemakai sabu karena dia enggak tidur-tidur, pengguna sabu bisa tidak tidur atau tidak makan berhari-hari," lanjut Enjeline.

Efek pemakai sabu-sabu

Enjeline mengungkapkan, efek sabu adalah jenis stimulan, sehingga otak penggunanya akan menjadi sangat aktif. Saking aktifnya maka bisa berimbas jadi tidak bisa tidur dan semangat dalam hal apapun ketika orang tersebut masih dalam pengaruh obat tersebut.

"Ketika semangat, mereka enggak lapar, sehingga sering juga digunakan menjadi semacam 'obat diet'. Walau paling sering digunakan untuk menambah nafsu seksual," ujar Enjeline.

Kemudian, efek dan ciri-ciri yang bisa terlihat dari pemakai sabu yakni sering terlihat munculnya banyak jerawat di daerah sekitar hidung atau bibir. Hal ini dikarenakan pemakaian sabu-sabu melalui bong atau alat penghisap sabu. "Gigi dan gusi rusak juga, badan kurus kering, dan wajah lebih tua dari usia," imbuhnya.

Sementara itu, Enjeline menjelaskan efek sabu-sabu akan cepat muncul segera setelah penggunaan. Kondisinya lalu memuncak dalam waktu 4 jam. "Dalam 15 jam sudah dikeluarkan dari tubuh, jadi dia akan pakai lagi besok supaya enggak lemas," ujar Enjeline.

Ia mengatakan, jika seseorang sudah kecanduan sabu, maka pengguna akan menambah dosis terus untuk dapat efek yang sama.

Dampak jangka pendek-panjang pemakai sabu-sabu

Di samping itu, Enjeline juga menjelaskan apa saja dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang bagi pengguna sabu. Untuk dampak jangka pendek, yakni: Perubahan suasana perasaan (jadi bersemangat ataupun jadi mudah tersinggung), interaksi sosial terganggu, daya nilai terganggu karena kadang menjadi paranoid, kecanduan sabu.

Bila tidak menggunakan akan menjadi depresi, cemas, mudah lelah, tidak bisa tidur, tidak pede, mudah kebingungan Sedangkan, untuk dampak jangka panjang pemakai sabu-sabu, yakni:

  • Penuaan dini, tubuh menjadi kurus, kelainan pada area mulut, gigi dan gusi.
  • Gangguan fungsi otak seperti merusak memori, susah berpikir, susah fokus.
  • Overdosis seperti demam, nyeri dada, nyeri kepala, otot kaku, kejang, serangan stroke, serangan jantung, kematian.

Sebelumnya, Abdel mengungkapkan juga bahwa dirinya sempat mengggunakan putaw. Putaw adalah heroin jenis opioid, sifat depresan. Hal ini kebalikan dari sabu yang merupakan methamfetamin.

Enjeline menyampaikan, putaw memang tingkat kecanduannnya tinggi, karena jika putus obat, maka semua badan terasa sakit. "Biasanya orang kecanduan putaw dulu, sekarang bisa jadi kecanduan sabu, karena putaw atau heroin susah didapatkan, tapi reaksi beda 180 derajat," ujar Enjeline.

"Berbeda dengan sabu, kalau sabu biasanya rasa semangatnya yang dicari orang-orang," lanjut dia.

Selain itu, putaw membuat penggunanya menjadi rileks, high, dan sangat tenang. Tapi, jika efeknya sudah hilang, pengguna akan mengalami kesakitan di seluruh tubuh. Hal ini lah yang kemudian penggunanya bakal ketagihan memakai putaw supaya tidak mengalami sakit badan. "Kalau putaw pakainya dengan di-drag atau disuntik, efeknya yang berbahaya dari perilaku ini adalah HIV," ujar Enjeline.

Itulah ciri-ciri pemakai sabu-sabu. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengingatkan diri-sendiri dan orang terdekat agar menjauhi barang haram tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Abdel Mengaku Masih Pakai Sabu Saat Memandu Acara Mamah Dedeh, Ini Gejalanya",


Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Rizal Setyo Nugroho

Selanjutnya: Tahun Ini, Sinar Mas Agro (SMAR) Fokus Memperkuat Bisnis di Sektor Hilir Sawit

Editor: Adi Wikanto
Terbaru