7 Herbal untuk menurunkan asam urat dalam tubuh, apa saja?

Jumat, 04 Juni 2021 | 08:57 WIB Sumber: Kompas.com
7 Herbal untuk menurunkan asam urat dalam tubuh, apa saja?

ILUSTRASI. Ternyata, ada cara alami untuk menurunkan asam urat tanpa harus mengonsumsi obat-obatan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat penyakit asam urat kumat, pastinya sangat mengganggu. Asam urat adalah hasil metabolisme zat purin. Purin banyak terkandung di makanan seperti daging merah, seafood, dan jeroan. 

Orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah beresiko mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti artritis akut, batu ginjal, hingga gagal ginjal. 

Gangguan kesehatan ini disebabkan asam urat di dalam darah yang mengkristal dan terjebak di saluran kencing atau persendian. Cara menurunkan kadar asam urat dalam darah sangat beragam. Yang paling umum adalah mengonsumsi obat-obatan dan menghindari makanan yang tinggi purin. 

Namun, rasanya tidak nyaman jika harus terus-terusan mengonsumsi obat. Anda juga mungkin masih ingin mengonsumsi daging merah atau seafood karena mungkin ini adalah makanan favorit Anda. 

Baca Juga: Pas menjadi penurun berat badan, ini 5 manfaat jeruk nipis

Ternyata, ada cara alami untuk menurunkan asam urat tanpa harus mengonsumsi obat-obatan. Dilansir dari Health Line (19/1/2019), berikut herbal yang bisa membantu Anda menurunkan kadar asam urat dalam darah. 

- Brotowali 

Brotowali atau akar ali-ali adalah tanaman obat yang biasa ditanam di pekarangan rumah atau tumbuh liar. Orang menggunakannnya dengan cara merebus batangnya, lalu diminum air rebusannya. 

Rasanya sangat pahit, namun dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan bagi manusia. Sebuah penelitian tahun 2017 yang dipublikasikan di Pyhto Journal, menyebutkan bahwa sari batang brotowali efektif untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. 

Baca Juga: Sederet manfaat pokak untuk kesehatan yang jarang diketahui

Studi lain pada tahun 2014 oleh Goel B menyebutkan bahwa brotowali memiliki efek antiinflamasi dan meredakan nyeri pada binatang pengerat. Namun butuh penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efek ini pada manusia. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru