7 Fakta tentang vaksin Covid-19 Sinopharm

Senin, 03 Mei 2021 | 15:53 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
7 Fakta tentang vaksin Covid-19 Sinopharm

ILUSTRASI. Kedatangan vaksin Sinopharm di Bandara Soekarno-Hatta.

KONTAN.CO.ID - Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm tiba pertama kali di Indonesia pada 30 April 2021.

Dikutip dari Kontan.co.id (2/5/2021), Indonesia dua kali menerima pasokan vaksin Covid-19 buatan Sinopharm, dengan total dosis mendekati 1 juta.

Sebanyak 482.000 dosis vaksin dalam bentuk siap pakai, yang dikirimkan oleh Sinopharm China National Pharmaceutical, pertama kali tiba pada Jumat (30/4) kemarin. 

Di hari berikutnya, Indonesia mendapatkan vaksin buatan perusahaan yang sama sebanyak 500.000 dosis dari Pemerintah Uni Emirat Arab.

Vaksin Sinopharm yang terakhir diterima merupakan bantuan dari Pemerintah Persatuan Emirat Arab. "Itu menunjukkan kedekatan hubungan bilateral Indonesia dan Persatuan Emirat Arab," demikian pernyataan Satgas Covid-19.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan, efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinopharm sebesar 78%.

Baca Juga: Pemerintah akan terbitkan permenkes soal harga vaksin gotong royong

7 Fakta tentang vaksin Covid-19 Sinopharm

Berikut 7 fakta yang perlu diketahui tentang Sinopharm, mulai dari jenis vaksin, dosis yang diberikan sampai kedatangannya di Indonesia seperti dikutip dari laman resmi Covid19.go.id

  1. Merupakan jenis vaksin dengan platform virus yang di-inaktifkan (inactivated virus). 
  2. Vaksin ini telah didaftarkan di Indonesia dan didistribusikan PT Kimia Farma dengan nama Sars-Cov-2 Vaccine Vero Cell Inactivated.
  3. 1 Kemasan vial vaksin jadi berisi 0,5 ml untuk 1 dosis vaksin dan diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak penyuntikan 21 hingga 28 hari. 
  4. Ditujukan untuk orang dewasa berusia lebih dari 18 tahun. 
  5. Badan POM terbitkan UEA (Izin Penggunaan Darurat) tanggal 29 April 2021. 
  6. Tiba untuk pertama kalinya di Indonesia pada 30 April 2021 sebanyak 482.400 dosis. 
  7. Pemerintah Persatuan Emirat Arab mendonasikan 500.000 dosis vaksin dan tiba di Indonesia pada 1 Mei 2021. 

Selanjutnya: Krisis Covid-19 di India menyebar, sistem kesehatan Nepal kewalahan

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru