kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 1,93%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

5 Poin Penting Pemantauan Kesehatan Bayi yang Baru Lahir, Orangtua Wajib Tahu


Senin, 13 Maret 2023 / 17:18 WIB
5 Poin Penting Pemantauan Kesehatan Bayi yang Baru Lahir, Orangtua Wajib Tahu
ILUSTRASI. 5 Poin Penting Pemantauan Kesehatan Bayi yang Baru Lahir, Orangtua Wajib Tahu. KONTAN/Baihaki/7/9/2021


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID - Pada usia 0-28 hari, orangtua perlu ekstra memperhatikan kesehatan bay karena lebih rentan terkena penyakit. 

Bagi orangtua baru, mungkin Anda masih bingung mengenali ciri-ciri bayi sehat dan tidak. Karenanya, penting untuk mengetahui dan memantau kesehatan bayi baru lahir.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan pedoman lengkap tentang ciri-ciri hingga cara merawat bayi. Pedoman tersebut tersusun rapih dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). 

Simak pemantauan kesehatan bayi baru lahir berikut yang dihimpun dari Buku KIA tahun 2023 bagian anak dari Kemenkes:

Baca Juga: 12 Peribahasa Bahasa Inggris Populer yang Bikin Skill Speaking Makin Ciamik

  • Kulit bayi

Kondisi kesehatan bayi yang baru lahir, kulit bayi yang sehat akan berwarna merah muda dan bersih. Sedangkan saat kondisi tidak sehat, kulit berwarna pucat atau biru pada tubuh. 

Pada kulit bayi yang tidak sehat terkadang terdapat bintil berair dan kemerahan. Perhatikan kuning pada bayi. Jika tidak ada, berarti bayi dalam keadaan sehat.

Jika ada, kuning akan hilang dalam 2 minggu. Hal ini muncul antara 24-72 jam pertama. Jumlah bilirubin kurang dari 15 milligrams/deciliter (mg/dl). 

Pada kondisi tidak sehat, kuning pada bayi muncul kurang dari 24 jam pertama. Atau, kondisi ini bisa menetap setelah 2 minggu. Jumlah bilirubin lebih dari 15 mg/dl. 

  • Buang air besar dan kecil

Bayi yang sehat biasanya buang air kecil (BAK) antara 6-8 kali per hari. Buang air besar (BAB) pada bayi sehat encer berisi seperti biasa.

Saat kondisi tidak sehat, bayi BAK kurang dari 6 kali sehari dengan air seni pekat dan sedikit. 

Cermati perubahan konsistensi dan frekuensi BAB pada bayi. BAB bayi yang tidak sehat bisa sangat encer atau tidak bisa BAB lebih dari 3 kali.

  • Bagian tubuh bayi

Kesehatan bayi baru lahir bisa dilihat dari tali pusarnya. Bayi yang sehat tali pusarnya bersih. 

Sedangkan dalam kondisi tidak sehat, tali pusar berwarna merah di pinggir tali pusar. Pusar bisa juga bernanah atau berbau. 

Bayi yang sehat tidak memiliki bercak putih di mulut. Berbanding terbalik dengan bayi yang tidak sehat yang ada bintik putih di mulut. 

Mata pada bayi yang tidak sehat berwarna merah menetap, bernanah dan ada kotoran. Pada bayi sehat, mata terlihat bening.

Baca Juga: PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja Terbaru 2023

  • Aktivitas bayi

Bayi pada kondisi sehat akan bernapas sekitar 40-60 kali per menit. 

Dalam kondisi tidak sehat, napas bisa menurun kurang dari 40 kali per menit. Napas yang melebihi 60 kali per menit juga menjadi indikasi kesehatan bayi tidak bagus. 

Kejang menjadi indikasi kesehatan bayi yang tidak baik. Ciri-ciri bayi kejang diantaranya tangan bergerak seperti menari, menangis melengking, dan mata mendelik. 

Badan bayi tiba-tiba kaku dan mulut mencucu juga menjadi ciri bayi kejang. 

Bayi yang sehat mau minum ASI dan hisapannya kuat. Bayi baru lahir tidak mau menyusu atau memuntahkan ASI menjadi ciri bayi kurang sehat. Kemudian hisapan bayi lemah juga menjadi ciri bayi tidak sehat. 

  • Suhu tubuh bayi

Yang perlu diperhatikan dari kesehatan bayi baru lahir adalah suhu tubuh. Pada bayi yang normal dan sehat, suhu tubuh akan berkisar antara 36,5-37,5 derajat Celcius. 

Suhu seluruh tubuh yang panas atau dingin mengindikasikan bayi sedang tidak sehat. 

Jika Anda menemukan salah satu atau lebih kriteria bayi tidak sehat, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Anda bisa segera ke puskesmas, dokter prkatik atau rumahsakit terdekat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×