kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

5 Manfaat Talas untuk Kesehatan yang Telah Terbukti Dalam Penelitian


Senin, 03 April 2023 / 11:47 WIB
5 Manfaat Talas untuk Kesehatan yang Telah Terbukti Dalam Penelitian
ILUSTRASI. Talas bermanfaat mengelola gula darah pada penderita diabetes tipe 2.


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Talas bahan makanan kaya serat dan vitamin. Ini lima manfaat talas untuk kesehatan yang telah dibuktikan dalam penelitian. 

Talas pernah populer digunakan sebagai bahan dasar membuat makanan dan minuman. Tidak heran, talas merupakan bahan makanan yang mudah diolah. 

Baca Juga: Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Ini Manfaat Ubi Ungu Bila Dimakan Secara Rutin

Mengutip dari Healthline, talas merupakan bahan makanan yang kaya akan nutrisi. Dalam 132 gram atau secangkir talas mengandung: 

  • 187 Kalori 
  • Serat 6,7 gram 
  • Mangan 
  • Vitamin B6 
  • Vitamin E 
  • Potasium 
  • Tembaga 
  • Vitamin C 
  • Fosfor 
  • Magnesium 

Kandungan mineral dan vitamin tersebut membuat talas kaya akan manfaat baik untuk kesehatan tubuh seperti: 

1. Mengontrol gula darah 

Talas mengandung serat yang bisa memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat lainnya, sehingga mencegah lonjakan gula darah setelah makan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi serat (konsumsi sampai 42 gram serat setiap hari) bisa menurunkan kadar gula darah sampai 10 mg/dl pada penderita diabetes tipe 2. 

Talas juga mengandung pati yang tidak bisa dicerna sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah. 

Kombinasi pati resisten dan serat menjadi talas sebagai pilihan karbohidrat yang baik untuk penderita diabetes. 

2. Mencegah penyakit jantung 

Kandungan pati resisten dan serat dalam talas bisa menurunkan risiko penyakit jantung. 

Penelitian substansial menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak serat cenderung memiliki tingkat penyakit jantung lebih rendah. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa untuk setiap tambahan 10 gram serat yang dikonsumsi per hari menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 17%. 

Selain itu, akar talas juga mengandung pati resisten yang menurunkan kolesterol yang dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. 

3. Mencegah kanker 

Talas mengandung polifenol yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk mencegah kanker. 

Polifenol utama yang ditemukan dalam talas adalah quercetin. 

Hasil penelitian tabung dan hewan menunjukkan bahwa quercetin bisa memicu kematian sel kanker dan memperlambat pertumbuhan beberapa jenis kanker. 

Selain itu, quercetin merupakan antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas berlebihan yang dikaitkan dengan kanker. 

Sebuah penelitian tabung menunjukkan bahwa ekstrak talas mampu menghentikan penyebaran sel kanker payudara dan prostat. Sayangnya, penelitian ini belum dilakukan pada manusia. 

4. Menurunkan berat badan 

Talas merupakan sumber serat dan baik dikonsumsi untuk orang yang sedang menjalankan diet. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak serat cenderung memiliki berat badan lebih rendah dan lebih sedikit lemak tubuh. 

Hal ini disebabkan serat bisa memperlambat pengosongan perut yang membuat Anda kenyang lebih lama. 

5. Menjaga kesehatan usus 

Talas kaya akan serat dan pati resisten yang memberikan manfaat baik untuk kesehatan usus. 

Asal tahu saja, tubuh tidak mencerna atau menyerap serat dan pati resisten sehingga tetap berada di usus. 

Saat mencapai usus besar, kedua kandunga n tersebut  menjadi makanan bagi mikroba di usus dan mendorong pertumbuhan bakteri baik. 

Saat bakteri usus memfermentasi serat, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek yang menyehatkan sel-sel yang melapisi usus dan menjaganya tetap sehat dan kuat. 

Hasil penelitian pada manusia menunjukkan bahwa orang dengan gangguan radang usus seperti kolitis ulserativa cenderung memiliki kadar asam lemak rantai pendek yang lebih rendah di ususnya. 

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi serat dan pati resisten bisa meningkatkan kadar asam lemak rantai  pendek dan membantu melindungi tubuh dari penyakit radang susu dan kanker usus besar. 

Baca Juga: Aturan Konsumsi Nanas untuk Menurunkan Berat Badan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×