kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

4 Lingkungan Ini Bisa Jadi Tempat Toxic Relationship, Simak Penjelasannya Ini


Selasa, 13 Desember 2022 / 09:25 WIB
ILUSTRASI. 4 Lingkungan Ini Bisa Jadi Tempat Toxic Relationship, Simak Penjelasannya Ini.


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Lingkungan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang seseorang. Selain hal positif, lingkungan juga bisa menjadi tempah hal-hal negatif berkembang.

Salah satu hal negatif yang bisa terjadi di lingkungan sekitar adalah toxic relationship atau hubungan toksik. 

Psikolog Ulfa Rahma, dalam Mental Health Seminar di Fakultas Ilmu Komunikasi (Filkom) Talk #3 Universitas Brawijaya (UB), menjelaskan lebih rinci dimana saja toxic relationship bisa terjadi. 

Toxic relationship adalah suatu hubungan yang menyebabkan suatu dampak tidak sehat baik itu bagi fisik maupun bagi kondisi mental seseorang. 

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mencegah Batu Ginjal Tanpa Obat, Bisa Diterapkan Sejak Sekarang

Ulfa menjelaskan bahwa toxic relationship bisa terjadi di empat lingkungan yakni:

  • Lingkungan pertemanan
  • Lingkungan keluarga
  • Lingkungan hubungan kekasih
  • Lingkungan kerja

Dampak toxic relationship

Meskipun terlihat sepele, toxic relationship ternyata memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan mental dan fisik.

Toxic relationship tak hanya disadari oleh diri sendiri. Terkadang ada juga orang yang bisa melihat seberapa toxic relationship dalam lingkungan tersebut," jelas Ulfa seperti dikutip dari situs UB. 

Melihat dari pengertian toxic relationship, hubungan tersebut memang tidak bisa dianggap biasa saja. 

Karenanya, akan lebih baik jika seseorang segera keluar dari kondisi toxic relationship jika memang sudah mengetahui adanya suatu hal yang tidak sehat lagi. 

Menurut Ulfa, ada baiknya untuk memberikan saran kepada toxic people agar berkonsultasi pada ahli ketika sedang menjalin hubungan yang dekat dengan orang tersebut. 

Baca Juga: TKD dan AKHLAK Rekrutmen Bersama BUMN 2022: Ini Materi & Contoh Perilaku AKHLAK

Hal ini dikarenakan, dalam beberapa kasus toxic people memiliki kemungkinan besar membutuhkan bantuan psikolog untuk meninggalkan sifatnya. 

Sebenarnya tidak masalah jika Anda merasa berat harus meninggalkan teman atau rekan kerja yang toxic

Namun sebaiknya usahakan untuk tetap berkomunikasi dengan teman lain yang tidak toxic. Agar kita bisa berbagi cerita atau pandangan yang lebih objektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×