4 Efek Samping Lidah Buaya untuk Kesehatan, Kenali Sebelum Konsumsi

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:04 WIB Sumber: Kompas.com
 4 Efek Samping Lidah Buaya untuk Kesehatan, Kenali Sebelum Konsumsi

ILUSTRASI. Lidah buaya, tanaman herbal yang populer di tanah air. Ini 4 efek samping lidah buaya untuk kesehatan yang harus Anda ketahui.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lidah buaya memang kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Tapi, konsumsi lidah buaya berlebihan bisa menimbulkan masalah kesehatan. Ini efek samping lidah buaya untuk kesehatan yang harus Anda ketahui. 

Lidah buaya atau yang dikenal dengan nama ilmiah Aloe vera adalah tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. 

Tanaman sukulen ini dipercaya punya banyak khasiat kesehatan. Berbagai manfaat kesehatan tersebut tidak terlepas dari kandungan nutrisinya. 

Untuk diketahui, tanaman dengan tepi bergerigi itu memiliki tiga lapisan. Lapisan pertama adalah kulit luar yang tebal. Fungsinya sebagai pelindung dan mensintesis karbohidrat dan protein. 

Lapisan kedua merupakan getah kuning pahit yang disebut dengan lateks. Bagian ini mengandung antrakuinon dan glikosida yang memiliki sifat antioksidan. 

Sedangkan lapisan ketiga adalah gel jernih yang mengandung 99 persen air. Selain air, bagian ini juga mengandung glukomanan, asam amino, lipid, sterol, dan vitamin. 

Baca Juga: Lidah buaya bisa mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes

Fakta nutrisi lidah buaya Dalam penelitian yang dipublikasikan di Indian Journal of Dermatology, lidah buaya mengandung berbagai nutrisi, di antaranya: 

1. Enzim 

Lidah buaya mengandung 8 enzim, yaitu aliiase, alkaline phosphatase, amylase, bradykinase, carboxypeptidase, katalase, selulase, lipase, dan peroksidase. 
Bradykinase diketahui dapat membantu mengurangi peradangan berlebihan ketika diterapkan pada kulit secara topikal. 

Sedangkan jenis enzim lainnya membantu dalam pemecahan gula dan lemak. 

2. Mineral 

Lidah buaya juga memilii kandungan kalsium, kromium, tembaga, selenium, magnesium, mangan, kalium, natrium dan seng. 

Mineral-mineral tersebut sangat penting untuk berfungsinya berbagai sistem enzim dalam jalur metabolisme serta menjadi antioksidan. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru