CLOSE [X]

2 Jenis Virus Monkeypox Terdeteksi di AS, Ini Cici-Ciri Gejala Cacar Monyet

Sabtu, 04 Juni 2022 | 22:25 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
2 Jenis Virus Monkeypox Terdeteksi di AS, Ini Cici-Ciri Gejala Cacar Monyet


KONTAN.CO.ID -  Analisis genetik menunjukkan, ada dua jenis cacar monyet yang berbeda terdeteksi di Amerika Serikat. Kenali ciri-ciri gejala cacar monyet.

Jennifer McQuiston, seorang pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), mengungkapkan kepada wartawan pada Jumat (3/6), penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan berapa lama virus monkeypox telah beredar di Amerika Serikat.

"Saya pikir, mungkin saja ada kasus cacar monyet di Amerika Serikat yang sebelumnya tidak terdeteksi, tetapi tidak sampai tingkat yang besar," katanya, seperti dikutip Al Jazeera.

Namun, dia menambahkan, "mungkin ada penularan tingkat komunitas yang terjadi" di beberapa bagian AS, di mana virus monkeypox belum teridentifikasi.

CDC mengatakan, kemungkinan lebih banyak kasus cacar monyet akan muncul di AS. 

Baca Juga: Akankah Cacar Monyet Menjadi Pandemi? Ini Jawaban WHO

Dr Angela Rasmussen, ahli virologi di Universitas Saskatchewan, Kanada, menyebutkan, temuan itu menunjukkan, virus monkeypox akan lebih sulit untuk dikendalikan.

"Kita tidak benar-benar memiliki pemahaman yang baik tentang berapa banyak kasus (cacar monyet) yang ada di luar sana," ujar Rasmussen kepada Associated Press, seperti dilansir Al Jazeera.

Cacar monyet, yang biasanya tidak mudah menyebar di antara manusia, merupakan penyakit endemik di beberapa bagian Afrika. 

Bulan lalu, Eropa dan AS mulai mendeteksi kasus cacar monyet. Pejabat kesehatan di banyak negara sedang menyelidiki penularan cacar monyet.

Hingga Jumat (3/6), otoritas kesehatan AS telah mengidentifikasi setidaknya 21 kasus di 11 negara bagian.

Baca Juga: Waspada, 2 Jenis Virus Cacar Monyet Terdeteksi di AS

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, hingga 31 Mei lalu, lebih dari 550 kasus cacar monyet di seluruh dunia.

"Yang terkonfirmasi di 30 negara di empat dari enam wilayah WHO," kata Ketua Teknis WHO untuk Cacar Monyet Rosamund Lewis kepada CNN International.

"Apa yang kita lihat sekarang benar-benar sangat berbeda," ungkapnya, mengingat wabah cacar monyet terjadi di banyak tempat sekaligus.

"Kami melihat, semua kasus muncul dalam waktu yang relatif singkat. Ini berbeda. Ini belum pernah terlihat sebelumnya," ujarnya.

Ciri-ciri gejala cacar monyet

Mengutip Reuters, Chief Health Officer New South Wales Kerry Chant meminta masyarakat tetap harus waspada terhadap ciri-ciri gejala virus cacar monyet. 

"Dimulai dengan demam, nyeri otot, dan nyeri tubuh. Bisa terjadi di kelenjar getah bening yang besar, sakit kepala, lelah, dan lesu," jelasnya. "Dan kemudian diikuti dengan ruam satu sampai tiga hari. Seringkali ruam mulai di wajah".

Baca Juga: Makin Menyebar, WHO Pertimbangkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat

Sedang ciri-ciri gejala cacar monyet seperti yang WHO catat dari kasus-kasus sejak 15 Maret 2022:

  • Sakit kepala
  • Demam akut (>38,5 derajat Celcius)
  • Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)
  • Mialgia (nyeri otot dan tubuh)
  • Sakit punggung
  • Asthenia (kelemahan yang mendalam)

Penularan virus cacar monyet melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 hingga 13 hari tetapi bisa 5 sampai 21 hari.

Orang yang terpapar virus cacar monyet biasanya sembuh dalam dua hingga empat minggu tanpa perlu menjalani perawatan di rumahsakit. Tetapi, penyakit ini terkadang mematikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru