kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.612
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pahami perubahan Mr P saat tak muda lagi

Rabu, 18 Oktober 2017 / 22:49 WIB

Pahami perubahan Mr P saat tak muda lagi

KONTAN.CO.ID - Anda mungkin muda, kuat, dan gagah, tetapi seiring bertambahnya usia perubahan fisik adalah hal yang tak terelakkan, termasuk pada organ penis.

Simbol kejantanan pria ini dipercaya akan hilang kegagahannya saat seorang pria makin menua. Lalu perubahan apa sajakah yang terjadi pada penis saat tua nanti?

Menurut ahli urologi Brian Steixner, MD, direktur Institute of Men’s Health for the Jersey Urology Group, setiap pria perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan penis mereka.

1. Mengendur

Brian Steixner telah melakukan penelitian terhadap beberapa pria berusia 70 tahun. Pria-pria tersebut diminta untuk berjalan dengan telanjang disepanjang ruang ganti, hasilnya skrotum mereka nampak terkulai. Kendurnya penis tersebut disebabkan karena hilangnya masa otot dan inilah yang disebut dengan sindrom 'Splash Down'.

Berkat kemajuan teknologi kedokteran estetika, kondisi ini bisa diatasi dengan prosedur scrotoplasty untuk mengencangkan kembali otot-otot di sekitar skrotum.

2. Ukuran penis berubah

Berkurangnya kolagen pada kulit juga membuat penyusutan pada bagian penis. Sebenarnya penyusutan ini juga terjadi pada kulit di seluruh tubuh. Penyusutannya berlangsung perlahan-lahan.

Semakin tua, metabolisme tubuh akan melambat yang mengakibatkan berat badan gampang naik. Kenaikan berat badan inilah juga berhubungan dengan menyusutnya ukuran penis. Penimbunan lemak di perut juga membuat penis semakin "tenggelam".

3. Melengkung

Steixner menemukan fakta bahwa pada usia paruh baya pria akan rentan terkena penyakit peyronie, yaitu kondisi penis yang tampak asimetris akibat pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis. Pemicunya sebenarnya sederhana, yakni trauma berulang, misalnya karena benturan saat olahraga atau aktivitas seksual, sehingga akan terbentuk scar di penis.

Bengkoknya penis akan semakin buruk di usia akhir 60-an. Beruntung pada saat ini kondisi tersebut bisa dikoreksi dengan suntikan botox untuk melepaskan akumulasi plak.

4. Disfungsi ereksi

Risiko disfungsi ereksi akan bertambah seiring berjalannya usia. Penis adalah organ tubuh yang penuh dengan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah menuju penis sehingga terjadi ereksi.

"Disfungsi ereksi sama seperti 'serangan jantung' pada penis. Mencegahnya dilakukan sama seperti mencegah serangan jantung, yakni menjaga pola makan dan berolahraga," kata Steixner.

5. Sulit orgasme

Saat berada di usia tua, sensitivitas penis akan mengalami penurunan. Penurunan ini juga disebabkan karena fungsi saraf pada penis yang semakin menurun yang berakibat pada sulitnya orgasme dan ereksi. Paling tidak Anda akan butuh waktu lama untuk mencapai klimaks dibanding di usia keemasan Anda. (Ariska Puspita Anggraini)

Artikel ini telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul Perubahan yang Terjadi pada Penis Saat Pria Menua


Sumber : Kompas.com
Editor: Yudho Winarto

KESEHATAN SEKSUAL

Berita terbaru Kesehatan

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]