kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Membentak, akan semakin membuat anak nakal

Kamis, 08 Juni 2017 / 16:03 WIB

Membentak, akan semakin membuat anak nakal

JAKARTA. Seberapa sering kamu mendengar teriakan orangtuamu agar tidak nakal? Kelak kamu menjadi orangtua berhentilah memarahi anakmu.

Teriakan orangtua yang dimaksudkan agar si anak berhenti nakal ternyata tak mempan. Yang ada taktik seperti ini malah meningkatkan kenakalan si anak.

Sebuah penelitian menunjukkan orangtua yang berteriak dan memarahi anaknya pada usia 13 tahun (dan ketika anak remaja) malah berisiko. Mereka akan menjadi lebih nakal.

Anak nakal lebih sering dimarahi dengan diteriaki orangtua dan, kelak, anak nakal itu ketika memarahi anaknya akan seperti orangtua mereka. Ini adalah lingkaran setan.

Asisten Profesor Psikologi Pendidikan di University of Pittsburgh, Ming-Te Wang, mengatakan: "Berteriak tidak akan efektif, malah membuat anak semakin nakal."

"Orangtua sebaiknya berkomunikasi dengan menyamakan pandangan dan posisi dengan anak mereka serta menjelaskan secara rasional," Ming-Te Wang menambahkan.

Jurnal Child Development meneliti 976 keluarga termasuk ibu, ayah dan anak remaja di Pennsylvania. Mereka ditanya seberapa sering berteriak memarahi anak ditambah dengan kata-kata kasar.

Sebanyak 50% orangtua mengakui mereka membentak anaknya. Masalah perilaku ini dihubungkan dengan status sosial ekonomi keluarga dan penggunaan disiplin secara fisik.

Membentak dan berteriak memiliki efek buruk sebab remaja akan menginterpretasikannya sebagai penolakan atau hinaan sehingga anak akan menganggap orangtua sebagai musuh.

Dr. Jefry Biehler, kepala dokter anak dari Rumah Sakit Anak Miami mengatakan bahwa ini berarti metode seperti itu tidak efektif dalam mendisiplinkan anak.

Tentu saja masih perlu diteliti seperti apakah wujud dari membentak dan berteriak itu. Bisa saja dari hasil penelitian ini ada ketidakcocokan antara laporan anak dan orangtua sebab ada kemungkinan mereka berbohong karena didorong perasaan malu. 

 


Sumber : intisari online
Editor: Hendra Gunawan

KESEHATAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0370 || diagnostic_web = 0.2086

Close [X]
×