kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.192
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS616.094 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Jangan ditunda-tunda, ini efek menunda BAB

Kamis, 16 Maret 2017 / 11:15 WIB

Jangan ditunda-tunda, ini efek menunda BAB

JAKARTA. Biasanya, manusia sehat rutin buang kotoran setiap hari, baik kencing ataupun buang air besar (BAB). Namun, terkadang ada kondisi yang menghalangi kita BAB 

Misalnya saja saat ujian, meeting atau terjebak kemacetan di jalan tol, sedangkan jarak toilet umum masih jauh. Situasi-situasi seperti ini, membuat kita terpaksa menahan BAB dan membuat kita jadi tidak nyaman.

Dilansir dari Menshealt.com, menahan BAB terlalu lama memiliki konsekuensi yang tidak akan membuat Anda nyaman? "Sebenarnya, menahan BAB bukan ide yang baik walau kadang terpaksa kita lakukan," kata Niket Sonpal, asisten profesor klinis di Tuoro College of Osteopathic Medicine di New York.

Sonpal memaparkan apa yang akan terjadi di dalam tubuh kita saat menahan kotoran agar tidak keluar.

Setelah dua jam menahan BAB

"Anda akan benar-benar sulit untuk menahan feses, agar tidak keluar sehingga harus mengencangkan otot sfingter (otot lingkar di anus)," kata Sonpal.

Dalam beberapa jam pertama, Anda akan merasakan tekanan di perut. Beberapa orang menggambarkannya seperti kram. Perut seperti kembung, bergas dan untuk bergerak pun Anda merasa tidak enak.

Setelah enam jam menahan BAB

"Tubuh Anda mulai merasakan dampak dari keberadaan kotoran Anda sendiri," kata Sonpal. Anda mungkin sudah tidak lagi merasakan sakit perut, tapi bukan karena kotoran Anda menghilang melainkan karena alasan sederhana: Anda jadi sembelit.

Setelah 12 jam menahan BAB

Semakin lama kotoran ditahan, semakin keras teksturnya akan terbentuk. Karena feses sudah mengeras, saat Anda mencoba mengeluarkannya, Anda akan mengalami kesulitan, pendarahan dan bahkan menyebabkan anus sedikit robek.

Jika Anda terus menahannya

"Saya tidak pernah mendengar ada orang meninggal akibat menahan feses. Tetapi, pada orang dewasa, menahan buang air besar terlalu lama dan sering akan menyebabkan impaksi, di mana tinja jadi keras membatu," kata Sonpal.

Jika dibiarkan, Anda mungkin akan perlu obat pencahar atau bahkan pembedahan untuk mengeluarkan feses.

Kesimpulannya, pergilah segera ke toilet ketika sinyal ingin BAB sudah Anda rasakan, bahkan jika Anda terpaksa harus menyingkirkan rasa sungkan.

(Bestari Kumala Dewi)


Sumber : Kompas.com
Editor: Adi Wikanto

KESEHATAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.1783 || diagnostic_web = 0.4044

Close [X]
×