kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.552
  • SUN103,81 -0,11%
  • EMAS609.032 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Berolahraga tanpa celana dalam, amankah?

Jumat, 03 Maret 2017 / 13:26 WIB

Berolahraga tanpa celana dalam, amankah?

JAKARTA. Ketika dihadapkan pilihan pakaian dalam yang tak nyaman untuk olahraga, banyak wanita mungkin memilih tak memakainya.

Masuk akal karena memakai celana dalam biasa bakal tercetak bentuk segitiga di bokong saat pakai celana ketat legging. Sementara memakai g-string bakal terasa tak nyaman pula. Tetapi bagi sejumlah wanita, memakai legging tanpa celana dalam tampaknya tak terlintas dalam pikiran mereka.

Mungkin hal yang jadi masalah adalah kenyamanan dan kebersihan. Dilansir dari Huffingtonpost.com, olahraga tanpa celana dalam itu tidak masalah. Asalkan mengikuti aturan sederhana berikut ini:

1. Pilih bahan yang nyaman

"Olahraga tanpa celana dalam itu aman, itu pilihan Anda," kata Marina Maslovaric, seorang dokter ahli kebidanan dari HM Medical di Orange County, California. "Ini soal kebiasaan atau pilihan. Kuncinya adalah memilih celana legging dari bahan yang breathable. Misalnya dari katun atau yang diiklankan sebagai "sweat wicking". Beberapa merek bahkan menambahkan ekstra bahan katun di bagian selangkangan pada celana legging untuk tujuan ini," katanya.

Ada pula celana dari bahan sintetis yang dapat menyebabkan sedikit iritasi. "Jika Anda punya lebih banyak celana legging sintetis, bakal ada risiko terjadi gesekan," kata Maslovaric. Khususnya ketika kita lari atau melakukan gerakan berulang.

2. Segera ganti celana yang basah kena keringat

Tak peduli bahan celana terbuat dari katun, Maslovaric mengatakan kita harus selalu mengganti celana setelah kena keringat. Ia menekankan fakta bahwa olahraga tidak membuat wanita berisiko lebih tinggi kena infeksi vaginal tetapi, beberapa wanita yang rentan terkena, memakai celana gym yang basah membuat masalah makin menjadi.

"Saya punya pasien yang jika tak cepat mengganti celana jadi lebih berisiko terkena infeksi jamur," katanya. Sepanjang kita mengganti celana segera setelah olahraga, harusnya ini tidak jadi masalah.

3. Cuci legging setiap setelah dipakai

Jika memakai legging tanpa pakaian dalam, itu artinya vagina berkontak langsung dengan celana. Itu artinya bakteri terkumpul di celana lebih cepat.

"Anda berkeringat dan vagina juga mengeluarkan sekresi," kata Maslovaric. Belum lagi tidak sedikit wanita yang mengalami inkontinensia (mengompol) setelah melahirkan. Semua itu menciptakan campuran kotoran yang perlu segera dibersihkan.

Jika mengikuti rekomendasi higinitas seperti di atas, boleh-boleh saja melanjutkan kebiasaan tak memakai celana dalam saat olahraga. Pasatikan pula celana legging itu cukup tebal karena ada pula celana yang berbahan tipis dan tembus pandang.

Bila senang memakai celana dalam pun oke saja. Hal terpenting adalah rasa nyaman dan percaya diri saat olahraga.

(Dhorothea)


Sumber : Kompas.com
Editor : Adi Wikanto
Berita terbaru kesehatan

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]