Pastikan kondisi mental dan sehat pada anak ketika hendak melakukan vaksinasi

Kamis, 16 Desember 2021 | 07:05 WIB   Reporter: Siti Masitoh
Pastikan kondisi mental dan sehat pada anak ketika hendak melakukan vaksinasi

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sebanyak 115 Kabupaten dan Kota mulai melaksanakan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Dikutip dari Kemenkes.go.id, Jumlah sasaran vaksinasi mencapai 26,5 juta anak berdasarkan data sensus penduduk 2020.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, orang tua harus memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat dan cukup istirahat sebelum melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anaknya.

“Satu anak harus dalam kondisi sehat, cukup istirahat sebelum  waktu divaksin,” kata Nadia kepada Kontan.co.id, Rabu (15/12).

Untuk konsumsi makanan pada anak sendiri, Nadia mengatakan tidak ada makanan khusus. Artinya orang tua tidak perlu khawatir dan bisa memberikan makanan sesuai kebiasaan sehari-hari.

Baca Juga: Vaksin anak 6-11 tahun dimulai, ini penyebab gagal vaksinasi Covid-19

Adapun, ketika sudah selesai melakukan vaksinasi anak juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berat. Menurutnya setelah di observasi selama 30 menit pasca vaksinasi, anak cukup istirahat dan bisa beraktivitas yang ringan.

Dalam kesempatan yang sama, Psikolog Anak dan Keluarga dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani menjelaskan persiapan pendampingan orang tua ketika ingin melakukan vaksinasi pada anaknya tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga mental.

“Pastikan anak dalam kondisi sehat dan sehat, dan konsultasikan dengan dokter anak bila memang ada kondisi tertentu dari anak yang perlu dipastikan terlebih dahulu,” saran Nadya.

Baca Juga: Vaksin anak 6 tahun dimulai, ini cara cek & download sertifikat vaksinasi Covid-19

Persiapan mental yang Ia maksud adalah ketika hendak mengajak anak untuk vaksinasi orang tua harus menyampaikannya secara logis kepada anak juga menjelaskan bagaimana prosesnya.

Selain itu, menurutnya orang tua juga tidak perlu menakut-nakuti anak atau sebaliknya tidak perlu juga ditepis emosi anak bila mereka mengatakan takut.

Nadya menyarankan, orang tua bisa memberikan alternatif cara yang bisa anak lakukan ketika mereka takut seperti atur napas, bayangkan hal yang menyenangkan, memeluk orang tua, dan  juga memberikan jaminan bahwa orang tua akan terus mendampingi anak. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

Selanjutnya: Unilever Indonesia Rayakan 88 Tahun Komitmen dan Kolaborasi dalam Wujudkan Kebaikan

Editor: Noverius Laoli
Terbaru