Para peneliti temukan cara mudah deteksi Virus Corona

Senin, 28 September 2020 | 15:33 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Para peneliti temukan cara mudah deteksi Virus Corona

ILUSTRASI. Virus Corona dideteksi dengan tes darah. ANTARA FOTO/Prima Mulia/NA/Pool/nz

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai macam penelitian terkait Virus Corona terus dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia. Tak hanya mencari obat atau vaksin, para peneliti juga mencari cara untuk mendeteksi gejala awal penyakit Covid-19 sebelum berubah jadi lebih parah.

Mengutip dari Boy Genius Report atau BGR, tim dokter dari Massachusetts General Hospital memperkirakan tes darah rutin bisa memprediksi kematian pasien Covid-19. Pada tes darah, terdapat pengukuran distribusi sel darah merah atau RDW (red blood cell distribution width).

RDW mengukur volume sel darah merah yang bisa berbeda seiring berjalannya waktu. Para peneliti berspekulasi, meningkatnya RDW di beberapa lingkungan menunjukkan kondisi klinis tertentu. Produksi RDW bisa menurun karena bertambahnya leukosit sebagaimana yang terjadi saat ada inflamasi.

Para peneliti dari Boston menemukan bahwa RDW mungkin bisa dimanfaatkan untuk melihat penyakit Covid-19 yang parah. Penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open. Penelitian itu menunjukkan, peningkatan RDW selama pasien dirawat di rumah sakit berkaitan dengan kematian yang meningkat pula.

Baca Juga: WHO: Virus corona muncul secara alami

6.12% pasien terinfeksi Virus Corona dengan peningkatan RDW lebih banyak meninggal dalam waktu 48 jam dibanding pasien dengan RDW normal. Penelitian tersebut melibatkan 1.641 pasien penderita Covid-19.

Tak hanya Covid-19, para peneliti mengatakan bahwa peningkatan RDW juga bisa berhubungan dengan meningkatnya resiko kondisi medis lainnya. Contohnya, penyakit jantung, sepsis, flu, dan kanker.

Baca Juga: Jumlah kasus OTG corona di Jakarta capai 45%, Tower 8 Wisma Atlet siap digunakan

Hubungan antara banyaknya jumlah RDW dan parahnya infeksi Virus Corona bisa jadi bukti penting penanganan penyakit itu di masa depan. Rumah sakit diharap mengembangkan kebijakan baru dan memperhatikan RDW untuk mengidentifikasi resiko komplikasi Covid-19.

Melansir BGR, dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memverifikasi penemuan tersebut. Masih belum bisa dipastikan mengapa RDW penderita penyakit mengalami perubahan. Selain itu, penelitian tersebut juga tak menjelaskan bagaimana RDW mulai meningkat setelah munculnya gejala penyakit.

Selanjutnya: Jokowi minta penanganan Covid-19 mengacu standar

Editor: Belladina Biananda


Terbaru