CLOSE [X]

Mengenal Napak, Layanan Navigasi bagi Pasien Kanker dari Kemenkes

Senin, 11 April 2022 | 13:58 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Mengenal Napak, Layanan Navigasi bagi Pasien Kanker dari Kemenkes

ILUSTRASI. Mengenal Napak, layanan navigasi bagi pasien kanker dari Kemenkes.


KONTAN.CO.ID - Layanan klinis pasien kanker di Indonesia masih rendah. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes membangun layanan navigasi bagi pasien kanker alias Napak.

Navigasi pasien tersebut merupakan bantuan individual yang ditawarkan kepada pasien, keluarga, dan pengasuh ketika mengatasi hambatan pada sistem perawatan kesehatan. 

Peran navigasi pasien ini juga bisa memfasilitasi akses yang tepat waktu terhadap perawatan kesehatan dan psikososial yang berkualitas dari pra-diagnosis sampai di setiap fase pengobatan kanker.

Angka kematian akibat kanker di Indonesia akan terus meningkat. Studi menyebutkan, sekitar 70% angka kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan menengah rendah.

Baca Juga: Beda dengan Orang Dewasa, Kenali Penyebab dan Gejala Kanker pada Anak

Beberapa faktor penyebabnya, seperti keterlambatan diagnosis, akses terhadap penatalaksanaan yang berkualitas dan terjangkau, sistem kesehatan yang rentan dan terfragmentasi, serta faktor sosial budaya, geografis, dan keuangan. 

Untuk mengatasi beberapa tantangan tersebut, Kemenkes meyakini, layanan Napak berperan penting dalam memberikan pelayanan kanker yang paripurna.

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya menyebutkan, kanker merupakan salah satu dari sembilan penyakit katastropik yang menyebabkan pembiayaan kesehatan terus meningkat.

“Jadi, sudah saatnya kita melakukan transformasi sistem kesehatan untuk status kesehatan yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat. Sumber daya manusia kesehatan menjadi salah satu komponen transformasi dalam sistem kesehatan," katanya. 

"Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga Kesehatan, di antaranya melalui training, internship, fellowship," ujarnya, dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Senin (11/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru