Long Covid mengganggu aktivitas, apakah bisa disembuhkan?

Kamis, 29 Juli 2021 | 11:08 WIB Sumber: Kompas.com
Long Covid mengganggu aktivitas, apakah bisa disembuhkan?

ILUSTRASI. Long covid adalah kondisi di mana seorang penyintas Covid-19 telah dinyatakan negatif tapi masih memiliki gejala. REUTERS/Brendan McDermid

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa dari Anda pasti sering mendengar istilah long Covid. Long covid atau long-term covid adalah kondisi di mana seorang penyintas Covid-19 telah dinyatakan negatif dan tidak menular tapi masih memiliki berbagai gejala atau keluhan. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, seseorang bisa dikatakan mengalami long covid jika masih mengalami keluhan hingga 4 minggu atau lebih setelah pertama kali terinfeksi virus penyebab Covid-19. 

Jenis keluhan yang dialami oleh seorang penderita long covid bisa sangat beragam. Jumlah keluhan terkait long covid yang dilaporkan sejauh ini bahkan sampai 200 macam yang bisa memengarui hampir seluruh bagian tubuh.  

Melansir HHS, beberapa gejala long covid yang umum terjadi, meliputi: 

Baca Juga: 4 Ciri-ciri tubuh terinfeksi virus corona varian Delta

  • Kelelahan ekstrim
  • Sesak napas
  • Nyeri dada atau dasa sesak
  • Masalah dengan memori dan konsentrasi (brain fog)
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Palpitasi jantung atau jantung berdetak kencang
  • Pusing
  • Nyeri sendi
  • Sensasi kesemutan
  • Depresi dan kecemasan
  • Tinitus (telinga berdenging), sakit telinga
  • Merasa sakit, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan
  • Suhu tubuh tinggi, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, perubahan indra penciuman atau perasa
  • Muncul ruam 

Baca Juga: Penelitian terbaru, inilah orang yang berisiko tinggi mengalami long Covid

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru