HOME

Lakukan langkah berikut saat anggota keluarga menjalani isolasi mandiri di rumah

Jumat, 25 Juni 2021 | 15:46 WIB   Reporter: Tedy Gumilar
Lakukan langkah berikut saat anggota keluarga menjalani isolasi mandiri di rumah

ILUSTRASI. Warga dengan mengenakan masker menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/6/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 di Indonesia kian mengkhawatirkan. Dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus harian positif Covid-19 mencapai rekor tertinggi.

 

Walhasil, kondisi ini mesti disikapi masyarakat dengan semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menerapkan 6M masih menjadi cara yang ampuh untuk menghindar dari risiko tertular Covid-19.

Penerapan 6M yang dimaksud yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi keramaian, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama. 

Baca Juga: Virus Covid-19 terus bermutasi, ini gejala terbaru menurut ahli

Namun, bisa saja Anda atau anggota keluarga diminta untuk melakukan karantina atau isolasi. Oh ya, karantina bisa dilakukan mesti kita merasa sehat.

Merujuk publikasi Satgas Covid-19, karantina bisa dilakukan atas empat alasan. 

Pertama, saran dari puskesmas atau dinas kesehatan. Kedua, jika baru-baru ini terpapar Covid-19 atau bepergian ke negara atau daerah berisiko tinggi.

Ketiga, setelah kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19. Keempat, untuk mencegah potensi penularan.

WHO sendiri telah mengeluarkan panduan manajemen risiko jika salah satu anggota keluarga terkena Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Dikutip dari konten publikasi WHO, berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan.

1. Jika ada anggota keluarga yang terkena Covid-19 dan mesti menjalani isolasi mandiri, maka harus disiapkan kamar atau ruangan yang terpisah. Sehingga tetap ada jarak dengan anggota keluarga yang lain.

Baca Juga: Kasus anak positif Covid-19 makin tinggi, ini senjata utama cegah penularannya

2. Kamar atau ruangan yang digunakan sebagai tempat isolasi sebaiknya memiliki ventilasi yang baik. jendela kamar atau ruangan yang digunakan sebagai tempat isolasi juga mesti sering dibuka agar sirkulasi udara tetap terjaga.

3. Tunjuk satu anggota keluarga yang tidak berisiko tinggi dan memiliki kontak paling sedikit dengan orang di luar untuk membantu keluarga yang tengah menjalani isolasi. Misalnya untuk membantu menyediakan makanan dan minuman kepada keluarga yang tengah menjalani isolasi.

4. Selalu menggunakan masker dan pisahkan perangkat makan dan minum seperti piring, sendok dan gelas. 

Permukaan benda di rumah yang sering disentuh perlu dibersihkan dan di disinfeksi sesering mungkin. Misalnya, gagang pintu, daun jendela atau remote tivi.

Baca Juga: Kasus corona melonjak, masyarakat diajak mengkonsumsi obat herbal buatan Indonesia

5. Jika anggota keluarga yang menjalani isolasi mengalami sakit, lakukan pemantauan secara teratur. Sebagai tambahan dari manajemen risiko yang disarankan WHO ini, Anda bisa menyiapkan sejumlah perangkat seperti oximeter. Fungsi oximeter adalah sebagai alat pengukur kadar oksigen dalam darah. 

6. Perhatian yang lebih khusus mesti diberikan jika orang tersebut memiliki risiko tinggi karena sejak awal mengidap penyakit serius lain.

7. Anggota keluarga yang tengah sakit juga mesti dipastikan tetap beristirahat dan tetap terhidrasi. 

8. Jika muncul tanda-tanda berbahaya, Anda bisa meminta pertolongan untuk segera mendapatkan bantuan medis. Tanda-tanda bahaya tersebut adalah sesak napas, kehilangan kemampuan bicara dan mobilitas, serta nyeri di bagian dada. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: 4 Cara mencegah infeksi Virus Corona saat berbelanja

 

Editor: Tedy Gumilar
Terbaru