kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Waspadai dampak debu vulkanik bagi kesehatan

Jumat, 11 Mei 2018 / 17:00 WIB

Waspadai dampak debu vulkanik bagi kesehatan
ILUSTRASI. LETUSAN FREATIK GUNUNG MERAPI
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gunung Merapi kembali kejutkan warga di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan kepulan asap tebalnya.

Kepulan asap mulai terlihat mengudara pada Jumat (11/5) pukul 07.32 WIB.

Peristiwa tersebut diawali dengan adanya gempa vulkanik yang terjadi selama 1 menit.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa letusan ini tidak berbahaya.

Namun, masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km dari Gunung Merapi, diinstruksikan untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsian.

Selain itu, hujan abu diperkirakan turun di sekitar gunung Merapi khususnya di wilayah bagian selatan.

Namun, arah angin juga tetap menentukan arah jatuhnya hujan abu.

Di wilayah Yogyakarta sendiri, hujan abu vulkanik telah terjadi di Tugu Kaliurang Yogyakarta.

Meski hujan abu tidak terlalu tebal, ada baiknya masyarakat lebih waspada akan dampak kesehatan setelah menghirup abu vulkanik. Debu vulkanik bukan hanya mengandung debu saja.

Debu vulkanik yang tersebar di udara mengandung komponen lain seperti silika, batu hasil letusan, mineral, gas sulfur dioksida, karbon monoksida, dan karbon dioksida.

Berikut Grid.ID bagikan 3 dampak buruk abu vulkanik bagi kesehatan.

1. Iritasi Kulit

Abu vulkanik yang tersebar di udara ternyata bisa menimbulkan iritasi kulit.

Ini karena partikel debu vulkanik memiliki sifat yang iritan dan korosif.

Debu vulkanik ini akan semakin berbahaya bagi orang-orang yang memiliki kulit sensitif.

Gejalanya akan diawali dengan kulit yang memerah dan gatal-gatal.

 

2. Gangguan pernapasan dan tenggorokan

Partikel debu vulkanik yang halus bisa menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan sistem pernapasan.

Bagi orang-orang yang memang memiliki penyakit asma dan paru-paru, debu ini akan semakin membuat pernapasan terganggu.

Debu vulkanik juga sangat berbahaya jika terhirup bayi, anak-anak, dan lansia.

Jika terlalu lama menghirup abu vulkanik, maka hidung dan tenggorokkan akan iritasi.

Lama-kelamaan iritasi tersebut akan menimbulkan penyakit batuk, sesak napas, dan bronkitis.

3. Gangguan penglihatan

Partikel debu vulkanik yang tajam dan halus juga bisa menimbulkan gangguan mata.

Partikel debu yang kecil akan tertiup angin dan masuk ke bagian mata.

Hal ini nantinya akan menimbulkan iritasi pada kornea mata.

Lalu bagaimana cara untuk meminimalisir dampak abu vulkanik?

Untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan debu vulkanik, sebaiknya tutup hidung dan mulut dengan masker ketika terjadi hujan abu.

Tutup pula jendela dan pintu rumah agar debu tak bisa masuk dan tertinggal di permukaan benda-benda di dalam rumah.

Jangan lupa bersihkan juga pakaian dan benda lainnya yang sudah terkena debu vulkanik, ya. (Nindya Galuh Aprillia)

Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul Gunung Merapi Erupsi, Waspadai 3 Dampak Debu Vulkanik Bagi Kesehatan


Sumber : Grid
Editor: Yudho Winarto

KESEHATAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0521 || diagnostic_web = 0.2197

Close [X]
×