| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.392
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tidur, seks harus memuaskan agar bahagia

Rabu, 20 September 2017 / 21:39 WIB

Tidur, seks harus memuaskan agar bahagia

KONTAN.CO.ID - Banyak orang berpikir kebahagiaan timbul saat mengemudikan mobil mewah seharga rumah atau berlibur keliling Eropa. Ternyata, faktanya orang merasa lebih bahagia ketika mendapatkan tidur yang berkualitas dan kehidupan seks yang memuaskan.

Sebuah studi baru berupaya mengungkap indikator utama kebahagiaan, dan uang masuk ke dalam lima besar indikator tersebut.

Ternyata mayoritas responden mengatakan faktor-faktor di luar materi sebagai penentu rasa bahagia. Di antaranya adalah tidur nyenyak, kehidupan seks yang berkualitas, pekerjaan yang terjamin, kesehatan keluarga dan berbincang dengan tetangga. Itu merupakan lima faktor teratas yang memengaruhi kehidupan yang baik dan nyaman.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Oxford Economics dan National Centre for Social Research di Inggris Raya meminta 8.250 orang dengan latar belakang berbeda untuk mengisi survei 60 pertanyaan untuk menentukan apa artinya "live-well" (kehidupan yang baik).

Pertanyaan mencakup segala hal, mulai dari kualitas tidur, keuangan, dan pekerjaan seseorang, hubungan dengan teman, keluarga dan komunitas.

Hasil penelitian itu sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena kita sudah tahu bagaimana pola tidur yang buruk memengaruhi kesehatan. Tapi, fakta bahwa uang tidak masuk dalam indeks kebahagiaan, cukup mengejutkan.

Peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan tidur dan kehidupan seks yang memuaskan, memiliki nilai "hidup sehat" yang lebih tinggi daripada orang berpenghasilan tinggi.

Studi tersebut juga menemukan bahwa pendapatan memiliki dampak yang sangat kecil terhadap persepsi seseorang terhadap kesejahteraan. Bahkan, kenaikan pendapatan sebesar 50 persen pun juga memiliki dampak yang sangat kecil terhadap persepsi kebahgaiaan.

Tapi, bukan berarti kita semua harus berhenti dari pekerjaan, dan hanya berhubungan seks serta tidur sepanjang hari. Menjadi pengangguran, memiliki masalah kesehatan fisik dan mental serta kurang mendapatkan dukungan adalah tiga faktor teratas yang membuat kehidupan berantakan.

Jadi, meskipun penghasilan mungkin tidak penting, tapi pekerjaan yang terjamin tetaplah memiliki peran besar terhadap kehidupan seseorang. (Kahfi Dirga Cahya)


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

KESEHATAN

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0015 || diagnostic_api_kanan = 0.0405 || diagnostic_web = 0.2113

Close [X]
×