kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.199
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS616.094 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sebaiknya jangan langsung tidur setelah sahur

Selasa, 30 Mei 2017 / 09:52 WIB

Sebaiknya jangan langsung tidur setelah sahur

JAKARTA. Setelah sahur kebanyakan orang akan melanjutkan waktu tidurnya. Namun, jika Anda memiliki penyakit pencernaan, kebiasaan itu bisa memperburuk penyakitnya.

Menurut Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, kebiasaan tidur setelah makan berat akan menyebabkan asam lambung balik arah kembali ke kerongkongan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah pada saluran cerna.

Kebiasaan itu dapat memicu gejala GERD (gastroesophageal reflux disease). Penyakit ini diderita lebih 10-20 persen populasi orang dewasa. Adapun gejala khas penyakit ini meliputi rasa panas di dada seperti terbakar dan ada sesuatu yang mengganjal, atau disebut juga sebagai heartburn.

Kebiasaan lain juga perlu dihindari adalah makan berlebihan saat berbuka puasa dan diikuti dengan merokok.

"Kebiasaan ini meningkatkan risiko terjadinya masalah pada lambung seperti dispepsia atau GERD, terutama jika Anda sudah mempunyai penyakit maag sebelumnya," kata dr. Ari dalam keterangannya kepada Kompaslifestyle, Senin (29/5).

Ada juga gejala GERD lainnya termasuk suara serak, radang tenggorokan, batuk kering kronis, terutama pada malam hari. GERD adalah penyebab umum batuk yang tidak dapat dijelaskan.

Untuk menyiasatinya, dr.Ari menyarankan agar kita tidak langsung tidur setelah sahur. Selain itu, hindari makanan yang bersifat terlalu asam dan menyebabkan gas. Sebaiknya konsumsi air putih atau jus buah, ketimbang teh, kopi, atau minuman bersoda.

Pada saat berbuka, makanlah dengan porsi sedang, dimulai dengan makanan kecil dan makan besar setelah shalat Magrib.

"Budaya balas dendam dengan berpikir untuk menggandakan makan siang dan makan malam saat berbuka harus dihindari. Biasakan diri untuk berhenti makan dua jam sebelum tidur agar pencernaan bisa bekerja optimal," kata dokter konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari FKUI/RSCM ini.

Pasien GERD disarankan untuk tidak mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, dan lebih baik meningkatkan konsumsi buah dan sayuran.

Mereka juga disarankan untuk tidak mengonsumsi daging dan jeroan pada saat yang bersamaan, dan tidak makan makanan yang terlalu pedas atau asam. (Iwan Supriyatna)


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

RAMADAN

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 8.0416 || diagnostic_web = 8.2240

Close [X]
×