kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Produsen Remdesivir: Tak ada perbedaan hasil signifikan diobati 5 hari dan 10 hari


Kamis, 28 Mei 2020 / 05:12 WIB
ILUSTRASI. Remdesivir. REUTERS.


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - REUTERS. Gilead Sciences Inc pada hari Rabu (27/5) menerbitkan hasil penelitian yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara pasien yang diobati dengan Remdesivir selama 5 hari dan 10 hari. Hasil lengkapnya diterbitkan dalam New England Journal of Medicine.

Mengutip Reuters, uji coba Gilead melibatkan 397 pasien COVID-19 parah yang dirawat di rumah sakit yang sebagian besar tidak menggunakan ventilator. Penelitian ini tidak membandingkan dengan plasebo.

Baca Juga: Hasil uji coba: Remdesivir perpendek waktu pemulihan pasien corona

Hasilnya, setelah 14 hari setelah pengobatan dengan obat intravena, sebanyak 64% pasien yang diobati selama 5 hari mengalami perbaikin kondisi klinis. Pada kelompok pasien yang diobati Remdisivir selama 10 hari, perbaikin klinis dialami oleh 54% pasien.

Setelah 14 hari pula, 8% pasien dalam kelompok 5 hari meninggal. Adapun pasien meninggal dalam kelompok 10 hari sebanyak 11%.

Namun demikian Gilead mengatakan, hasil penelitian tersebut tidak boleh ditafsirkan bahwa durasi yang lebih pendek bekerja lebih baik. Para peneliti curiga hasil lebih baik pada kelompok 5 hari karena ketidakseimbangan status pasien saat pendaftaran.

Kejadian buruk selama pengobatan termasuk mual dan memburuknya gagal napas. Gilead mengatakan 2,5% pasien dalam kelompok 5 hari dan 3,6% pada kelompok 10 hari menghentikan pengobatan karena peningkatan enzim hati.

Food and Drug Administration AS (semacam BPOM) memberikan otorisasi penggunaan darurat Remdesivir pada 1 Mei lalu. Hasil penelitian berbeda yang dilakukan oleh National Institutes of Health menunjukkan obat tersebut mengurangi rawat inap tetap sebesar 31% dibandingkan dengan pengobatan plasebo.

Baca Juga: WHO: Keputusan akhir tentang bahaya dan manfaat hydroxychloroquine segera kami buat

Gilead mengatakan pihaknya mengantisipasi hasil dari studi perusahaan tentang remdesivir pada pasien dengan COVID-19 yang lebih moderat sekitar akhir bulan ini.

Pabrik obat ini telah berjanji untuk menyumbangkan 1,5 juta dosis Remdesivir - atau cukup untuk mengobati setidaknya 140.000 pasien - untuk memerangi pandemi global.

(Pelaporan Oleh Deena Beasley Editing oleh Sonya Hepinstall)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×