kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.552
  • SUN103,81 -0,11%
  • EMAS609.032 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Parasetamol bagi ibu hamil pengaruhi perilaku anak

Kamis, 18 Agustus 2016 / 10:02 WIB

Parasetamol bagi ibu hamil pengaruhi perilaku anak

Jakarta. Kehati-hatian wajib diterapkan bagi ibu hamil, terutama saat akan konsumsi obat. Ibu hamil disarankan tidak minum obat pereda nyeri secara sembarangan tanpa resep dokter, karena akan berimbas negatif bagi janin.

Dilansir dari Fox News, para peneliti di Inggris menganalisa data survei dari sekitar 7.800 ibu yang pernah hamil dan menemukan bahwa lebih dari setengahnya diketahui pernah mengonsumsi acetaminophen, beberapa kali selama kehamilan. Acetaminophen adalah obat pereda nyeri atau sakit, atau yang terkenal dengan sebutan parasetamol.

Sekitar 5% anak-anak dari ibu yang mengonsumsi obat dengan kandungan acetaminophen selama hamil, didapati memiliki gangguan perilaku pada usia 7 tahun, seperti hiperaktif dan masalah emosional. Dan kondisi ini diketahui lebih berdampak pada anak perempuan ketimbang anak laki-laki.

Walau begitu, penulis utama studi Evie Stergiakouli dari University of Bristol di Inggris Raya mencatat, ini tidak berarti setiap ibu hamil harus menghindari acetaminophen sebagai obat untuk meredakan nyeri maupun rasa sakit selama kehamilan.

Namun, selama masih ada cara lain untuk meredakan sakit, ibu hamil dapat mengambil cara yang lebih aman ketimbang mengonsumsi obat, atau minta rekomendasi dokter sebelum mengonsumsi obat apapun.

“Kebanyakan obat pereda nyeri lain tidak dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan,” imbuh Stergiakouli.

Menanggapi hasil tersebut, kata Hal Lawrence, Wakil Presiden Eksekutif dan Chief Executive American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) mengatakan, penelitian ini tidak membuktikan acetaminophen, yang juga dikenal sebagai parasetamol, langsung menyebabkan masalah perkembangan pada anak.”

“Gangguan perilaku bukan disebabkan karena hal tunggal. Sebab, otak anak tidak berhenti berkembang sampai setidaknya usia 15 bulan, sehingga masih menyisakan ruang bagi faktor-faktor yang mungkin menyebabkan gangguan perilaku pada anak."

Keterbatasan penelitian ini terletak pada kurangnya data tentang dosis atau lamanya penggunaan acetaminophen, para penulis mencatat dalam JAMA Pediatrics.

Penelitian ini juga mengandalkan ingatan orangtua tentang penggunaan acetaminophen dan masalah perilaku yang diamati pada anak-anak mereka.

Dr Aisling Murphy, seorang peneliti di kebidanan dan ginekologi di University of California, Los Angeles, yang tak terlibat dalam penelitian mengatakan, "Walau penelitian ini tidak dapat membuktikan secara pasti tentang hubungan antara acetaminophen dengan gangguan perilaku pada anak, secara umum, ibu hamil tetap perlu menghindari paparan obat apapun, termasuk acetaminophen, selama kehamilan. Jadi, mintalah rekomendasi dokter kandungan sebagai cara paling aman.”

(Ayunda Pininta)


Sumber : Kompas.com
Editor : Adi Wikanto
Berita terbaru kesehatan

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]