kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kurang nutrisi sebabkan anak menderita 5 hal ini

Kamis, 30 Maret 2017 / 07:52 WIB

Kurang nutrisi sebabkan anak menderita 5 hal ini

JAKARTA. Agar anak-anak tumbuh sehat dan bahagia, pastikan makanan yang dikonsumsi di masa bayi dan balita, mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. 

Nutrisi yang cukup bukan hanya menyehatkan, tapi juga mencerdaskan. Ketahui apa saja efek kekurangan nutrisi pada tubuh anak.

1. Luka lama sembuh
Anak selalu aktif bergerak dan gaya hidup penuh energi itu membuat mereka rentan terbentur, tergores, atau terjatuh. 

Vitamin C sangat penting bagi kekebalan tubuh, termasuk juga menyembuhkan luka. Anak yang kekurangan vitamin C akan mengalami luka yang lama sembuh ketika sakit. Bukan hanya itu, mereka juga rentan terkena infeksi dan sakit.

2. Gangguan penglihatan
Selain mendongkrak perkembangan intelektual dan kognitif, kebiasaan membaca juga mendorong imajinasi anak ke level lebih tinggi. Namun, jika si kecil kekurangan vitamin A ia beresiko besar mengalami gangguan penglihatan.

Kekurangan vitamin A adalah masalah serius di lebih dari separuh negara di dunia, terutama pada ibu hamil dan balita. Kebutaan akibat defisiensi vitamin A sebenarnya dapat dicegah dengan mengonsumi buah, sayuran, atau makanan sumber vitamin A lainnya. 
Pemerintah di banyak negara juga melakukan program pemberian vitamin A pada bayi atau pun fortisikasi pada makanan.

3. Lemah dan kurang berenergi
Kekurangan vitamin B bisa membuat anak mengalami gejala lemah dan napas pendek-pendek. Akibatnya anak jadi kurang bersemangat bermain dengan temannya di luar ruangan karena gampang kelelahan. Vitamin B12 memang bekerja untuk mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.

4. Pulih dari patah tulang
Terkadang permainan fisik yang dilakukannya membuat anak mengalami cidera serius, seperti patah tulang. Pada anak yang sehat, proses pemulihan cidera relatif cepat. Namun, tidak demikian halnya dengan anak yang kurang vitamin D.

"Kesehatan tulang sangatlah penting bagi kesehatan anak, bukan hanya karena mereka sedang masa pertumbuhan, tapi juga karena mereka sangat aktif. Pola makan yang kurang vitamin D membuat anak yang aktif rentan cidera tulang,' kata ahli gizi Andy De Santis.

5. Tumbuh tinggi
Memang faktor genetik berpengaruh pada tinggi badan seorang anak, tetapi faktor lingkungan, seperti nutrisi, juga berpengaruh besar. Kekurangan nutrisi di usia bayi, dimulai sejak dalam kandungan, akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. (Lusia Kus Anna)


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

KESEHATAN

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0740 || diagnostic_web = 0.2951

Close [X]
×