kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.085
  • SUN98,24 -0,14%
  • EMAS600.960 -1,65%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kunyit tak sepenuhnya aman sebagai obat herbal

Kamis, 06 April 2017 / 16:21 WIB

Kunyit tak sepenuhnya aman sebagai obat herbal

JAKARTA. Kunyit dipercaya sebagai salah satu rempah yang dapat mendukung kesehatan hingga untuk pengobatan. Sayangnya, pemakaian yang keliru justru berdampak sebaliknya.

Seperti berita yang diangkat NBC News, seorang wanita asal San Diego yang menerima pengobatan kunyit intravena harus mengakhiri nyawa. Jade Erick meninggal 16 Maret lalu setelah pergi ke India untuk melakukan pengobatan rempah-rempah untuk penyakit eksim yang dideritanya.

The National Center for Complementary and Integrative Health (NIH) menjelaskan, bahwa kunyit memang telah lama digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk masalah pernapasan, sakit, kelelahan, dan rematik. Saat ini, banyak yang mengkonsumsi kunyit untuk membantu mengurangi peradangan, arthritis, perut, kulit, masalah lever, bahkan kanker.

Bahan kimia bernama kurkuminoid dalam kunyit diduga memberikan manfaat kesehatan, terutama dengan penyakit terkait peradangan. Namun, NIH mengatakan klaim ini tidak didukung oleh bukti yang kuat.

Tapi, beberapa penelitian baru mengatakan bahwa ada kemungkinan kurkuminoid bisa mengurangi serangan jantung pada pasien usai operasi, membantu meringankan rasa sakit osteoarthritis, dan menurunkan iritasi kulit.

Dilansir dari Medicaldaily.com, hanya ada tiga kondisi (osteoarthritis, Kolesterol tinggi dan gatal-gatal) yang terdaftar sebagai penyakit yang kemungkinan dapat diredakan gejalanya dengan konsumsi kunyit. Lebih dari 30 penyakit lain yang diduga dapat diobati oleh oleh kunyit ternyata dianggap tidak efektif.

Sementara selama ini kunyit dianggap aman, karena termasuk bahan makanan, sayangnya terlalu banyak kunyit dapat memiliki bahaya.

Sebuah contoh dari satu orang yang mengalami irama jantung abnormal setelah mengambil lebih dari 1.500 mg kunyit minum sebanyak dua kali sehari untuk kondisi medis tertentu, seperti masalah kandung empedu atau diabetes, dapat diperburuk oleh kunyit, dan mencampurnya dengan obat lain tidak dianjurkan.

Dengan kata lain, jadikan kunyit sebagai pendukung kesehatan, bukan penentu kesehatan. Sehingga penggunaannya tak perlu berlebihan. Satu porsi minuman kunyit atau jadikan kunyit sebagai rempah dalam makanan sudah cukup memberi manfaat sehat.

(Bestari Kumala Dewi)


Sumber : Kompas.com
Editor: Adi Wikanto

JAMU

Tag
Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0037 || diagnostic_api_kanan = 0.0535 || diagnostic_web = 1.0500

Close [X]
×