kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.085
  • SUN98,24 -0,14%
  • EMAS600.960 -1,65%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Hobi nonton televisi terlalu lama? Ini akibatnya

Rabu, 28 Februari 2018 / 22:30 WIB

Hobi nonton televisi terlalu lama? Ini akibatnya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebuah riset terbaru menemukan bahwa terlalu lama menonton televisi berdampak buruk bagi kesehatan mental kita.

Bahkan, kebiasaan ini juga membuat kita sulit tidur. Riset tersebut dilakukan oleh Patient.info yang melibatkan 2.000 orang. Hasilnya, peserta riset berusia antara 18 hingga 24 tahun yang hobi nonton TV mengaku mengalami kesepian.

Mereka juga didapati merasa 3 kali lebih mungkin mengalami tekanan dan 2 kali lebih mungkin mengalami kecemasan, sulit tidur dan merasa hidupnya hampa.

Tapi, peserta riset yang berusia di atas 55 tahun cenderung tidak mengalami gangguan kesehatan mental usai menonton televisi terlalu lama.

Dr. Sarah Jarvis, direktur klinis Patient.info, mengatakan bahwa temuan riset tersebut menyoroti beberapa konsekuensi yang sangat mengkhawatirkan dari menonton televisi terlalu lama, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, kebanyakan nonton televisi juga berdampak buruk pada fisik kita, terutama kebiasaan menyantap camilan rendah nutrisi saat kita menonton televisi.

"Kita harus sadar bahwa jika kita tidak mengurangi kebiasaan menonton televisi, maka itu bisa sangat merugikan kita, terutama kesehatan mental anak-anak kita," ucapnya.

Lisa Artis, dari The Sleep Council, menambahkan bahwa meskipun kita mencoba untuk mengonsumsi camilan sehat saat menonton televisi, tetap saja terlalu lama menonton televisi bisa mempengaruhi kualitas tidur kita.

"Ini mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk bisa tidur karena cahaya terang mengganggu ritme tubuh. Walau cahaya mungkin menjadi isu utama, seringkali kontennya juga berdampak pada kesulitan tidur," ucap Lisa Artis.

Menurutnya, adegan kekerasan, luka atau hal menyeramkan lainnya pada televisi bisa membuat kita sulit tidur. Namun kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melawan dampak negatif dari menonton televisi terlalu lama ini.

Berikut cara tersebut.

1. Olahraga Banyak

ahli berpendapat bahwa olahraga bisa mengurangi stres, kecemasan, depresi dan membantu mengatasi masalah tidur. Menurut Jarvis, meskipun kita hanya melakukan olahraga ringan seperti jalan cepat, ini penting untuk memompa darah dan mengalihkan fokus kita pada televisi.

Riset menunjukan bahwa pergi keluar rumah bisa memperbaiki kesehatan mental, meningkatkan rasa percaya diri dan kesehatan fisik, serta mengurangi isolasi sosial. Tapi, sebaiknya kita tak berolahraga mendekati waktu tidur karena kita butuh merasa rileks sebelum tidur.

2. Terapkan pola makan sehat

Kalian pasti sering menonton serial televisi secara maraton sambil menikmati es krim, pizza atau makanan tak sehat lainnya? Yah, rasanya memang nikmat. Tapi, jika kita sering melakukannya, ini akan berdampak buruk pada diri kita sendiri.

"Mengkonsumsi stimulan seperti gula, kafein dan alkohol, di sisi lain, akan meningkatkan perasaan stres dan kecemasan. Dan makanan tinggi lemak dan karbohidrat bisa menyebabkan tabrakan gula darah, membuat kita merasa letih dan lesu," ucap Jarvis.

Menurut Jarvis, menghabiskan waktu untuk memasak makanan sehat adalah cara yang bagus untuk mengalihkan perhatian kita dari televisi.

3. Kurangi kebiasaan menonton televisi

Sulit memang mengurangi kebiasaan menonton televisi ini. Namun, bagaimanapun juga kita harus mencoba meminimalisirnya. Alih-alih menonton 4 episode berturut-turut, cobalah untuk menonton 2 episode saja dan lakukan hal lain di sela-sela waktu tersebut.

Dr Neil Stanley, seorang pakar yang mampu mengobati gangguan tidur, mengatakan bahwa mengurangi menonton televisi sampai satu episode setiap malam jauh lebih baik daripada menonton sepuluh episode secara terus menerus.

Layanan streaming, menurut Dr Neil Stanley, memang menyulitkan dan menggoda kita untuk terus menonton serial televisi sampai tamat. Namun kita harus mencoba untuk menahan godaan tersebut.

"Mengurangi waktu tidur tentu akan membuat kalian membayar hargaya," ucap Dr Neil Stanley.

4. Berbicara dengan seseorang

Jika kalian mulai merasa sedih, stres, kesepian atau depresi setelah menonton film, kalian harus berbicara dengan seseorang tentang hal itu.

Cal Strode, dari the Mental Health Foundation, mengatakan bahwa saat merasa sedih, kita sering tertarik pada hal-hal yang bisa membuat kita merasa lebih buruk, seperti makanan cepat saji yang tidak sehat atau makan berlebihan tanpa aktivitas.

"Jika kalian terjebak dalam siklus seperti ini, berbicara kepada seseorang tentang apa yang kalian alami adalah langkah pertama untuk memecahkannya," ucapnya. 

"Apakah kalian sedang berjuang dengan perasaan hampa, depresi atau kegelisahan, menghubungi dokter, seorang teman atau anggota keluarga adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan menuju pemulihan," tambah Cal Strode.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hobi Nonton Televisi Terlalu Lama? Ini Akibatnya", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/28/092800520/hobi-nonton-televisi-terlalu-lama-ini-akibatnya. 
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Wisnubrata


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

KESEHATAN

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0019 || diagnostic_api_kanan = 0.0445 || diagnostic_web = 0.3229

Close [X]
×