kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hindari tekanan mental di masa pandemi, ini yang dilakukan Vice CEO Pan Brothers


Selasa, 23 Februari 2021 / 09:25 WIB


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan pengaruh pada kesehatan fisik tetapi juga mental.

Berdasarkan hasil penelitian Centre of Applied Psychometrics Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2020 lalu menyebutkan bahwa dalam menghadapi pandemi, sebanyak 74,9% responden mengalami stres, 21,5% gangguan kecemasan, dan 3,5% depresi.

Dengan masa pandemi yang menginjak setahun, masalah kesehatan mental bukan tidak mungkin menjadi lebih buruk. Misalnya, orang yang tadinya hanya stres, kini berubah cemas, dan yang awalnya cemas meningkat menjadi depresi.

Menghadapi hal tersebut, Anne Patricia, Vice CEO PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengklaim dirinya bersyukur sebab tidak pernah mengalami tekanan mental sehingga menjadi depresi. Ia mengaku sebagai seseorang yang selalu memiliki pikiran positif.

Baca Juga: Riset terbaru: Pasien Covid-19 mengalami gejala yang menetap hingga 9 bulan

Namun, sebagai manusia biasa ia pernah merasa khawatir menghadapi pandemi. Anne lantas menenangkan diri dengan menganggap apa yang dilaluinya sebagai tantangan dari Tuhan.

"Kebetulan saya memang orangnya cukup positive thinking. Saya anggap ini merupakan challenge yang manusia harus hadapi dengan tegar karena kita percaya adanya Tuhan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (22/2).

Selain mendekatkan diri pada Tuhan, ia menegaskan senantiasa menerapkan protokol 3M.

Tak lupa, Anne juga terus melaksanakan akivitas sepert biasa, sehingga kondisi tubuh secara fisik dan mental terus dalam kondisi aktif.

"Yang terpenting adalah optimis dan terus berpikiran positif, serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Tak lupa, kita pasrah setelah menjalankan berbagai macam upaya secara all out. Intinya Ora Et Labora," tutup dia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: 5 Juta dosis vaksin Covid-19 akan didistribusikan ke tujuh provinsi di Jawa-Bali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×