kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Deteksi kanker kulit dengan buah pisang

Selasa, 09 Februari 2016 / 16:38 WIB

Deteksi kanker kulit dengan buah pisang

Jakarta. Selain kaya gizi, buah pisang juga berperan dalam mendeteksi kanker.

Menurut AFP.com, bintik-bintik hitam pada buah pisang berpotesi membantu para ahli menemukan cara yang cepat dan mudah dalam menemukan kanker kulit.

Harapannya, angka kesembuhan pasien semakin besar.

Saat pisang sudah matang, kulit mereka akan diselimuti oleh bintik-bintik kehitaman yang disebabkan oleh enzim bernama tirosinase.

Enzim yang sama juga muncul di kulit manusia, dan muncul dalam jumlah besar pada orang yang menderita melanoma, jenis kanker kulit mematikan.

Tim ilmuwan mengamati kesamaan tersebut untuk membangun pemindai kanker, yang nantinya bisa diuji pada kulit pisang sebelum pada jaringan manusia.

Peneliti dari Laboratory of Physical and Analytical Electrochemsitry di Swiss menyimpulkan bahwa enzim itu bisa menjadi penanda yang bisa diandalkan untuk mengukur pertumbuhan melanoma.

Di stadium awal atau kanker stadium satu, enzim itu tak terlalu terlihat, lalu mulai menyebar di stadium dua, serta mulai tidak merata di stadium 3, padahal saat itu kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Makin dini kanker ditemukan, makin besar peluang kesembuhannya.

Menurut American Cancer Society, kemungkinan seseorang mampu bertahan hidup sampai 10 tahun mencapai 95% jika melanoma dideteksi di stadium satu, sementara peluangnya turun menjadi 43 persen jika diketahui saat stadium 3.

Tim peneliti lalu membuat alat pemindai dan mengujinya pada bintik hitam di kulit pisang, yang ukurannya sama dengan titik melanoma di kulit manusia.

"Dengan mengujinya pada buah, kita bisa membuat dan mengujinya sebagai metode diagnositik sebelum dicoba pada hasil biopsi manusia," kata ketua peneliti Hubert Girault.

Girault yakin alat pemindai itu suatu saat bisa dipakai untuk menghancurkan tumor, sehingga kemoterapi tidak lagi diperlukan.

(Lusia Kus Anna)


Sumber : Kompas.com
Editor: Adi Wikanto

KANKER

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0510 || diagnostic_web = 0.2717

Close [X]
×