kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bumil over dosis asam folat lahirkan anak autis

Kamis, 12 Mei 2016 / 16:27 WIB

Bumil over dosis asam folat lahirkan anak autis

Jakarta. Ahli kesehatan menyarankan ibu hamil harus mendapat suplemen yang menggandung vitamin B12 dan asam folat demi perkembangan janin. Namun, penelitian terbaru menyatakan kebanyakan konsumsi asam folat juga ternyata cenderung melahirkan anak autisme.

Livescience.com menyebut, periset menemukan bahwa ibu muda dalam studi yang memiliki kadar folat tinggi di dalam darahnya (lebih dari 59 nanomol per liter) segera setelah melahirkan ternyata dua kali berisiko memiliki anak dengan kelainan spektrum autisme (autisme spectrum disorder atau ASD), dibandingkan ibu dengan kadar folat normal.

Penemuan baru ini bakal dipresentasikan hari Jumat,13 Mei 2016 di International Meeting for Autism Research di Baltimore, AS. Ini merupakan riset yang pertama menemukan koneksi antara asam folat dan vitamin B12 meningkat dalam darah ibu dan meningkatnya risiko memiliki anak dengan autisme.

Dibutuhkan riset lain untuk mengonfirmasi penemuan ini dan mengeksplorasi koneksi ini lebih detil. "Masih belum jelas berapa banyak dua nutrisi ini dapat dikategorikan menjadi terlalu banyak," kata Ramkripa Raghavan, kandidat doktor dan periset kesehatan ibu dan anak di John Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimor yang juga pemimpin penelitian ini.

Studi ini, periset menganalisa data dari 14.000 pasang ibu dan anak dari kalangan pendapatan rendah serta kaum minoritas di Boston. Ibu-ibu menjalani tes darah untuk mengukur kadar folat dan vitamin B12 dalam tiga hari pertama setelah melahirkan. Kemudian periset melacak anak mereka selama 15 tahun untuk melihat anak mana yang didiagnosa ASD.

Studi itu menemukan anak dengan risiko terbesar autisme adalah mereka yang dilahirkan dari ibu yang memiliki kadar tinggi folat dan vitamin B12. Anak-anak ini sekitar 17 kali lipat cenderung terdiagnosa autisme dibandingkan anak yang lahir dari ibu yang memiliki kadar normal.

Kendati mekanisme biologis yang mungkin menyebabkan hal itu masih belum jelas, periset curiga bahwa wanita dengan kadar tinggi dua nutrisi ini mungkin memetabolisasi keduanya secara berbeda dengan wanita lain.

"Mereka mungkin mengalami peningkatan kadar keduanya karena memproses vitamin B dengan berbeda atau karena mereka minum terlalu banyak nutrisi ini. Bisa jadi kedua hal itu juga terjadi," jelas Raghavan.

Wanita hamil mungkin mendapat asam folat dari berbagai sumber. Bisa dari suplemen prenatal, makanan alami dari sayuran hijau, jeruk, jus, kacang-kacangan atau makanan yang diperkaya folat. Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk melihat apakah sumber tertentu secara khusus menyebabkan peningkatan risiko autisme.

Masih belum jelas juga di titik kehamilan mana asam folat dan B12 mungkin berperan menyebabkan autisme. Juga wanita seperti apa yang mungkin mengalami peningkatan risiko karena memiliki kadar tinggi dua nutrisi ini.

Raghavan mengatakan pada dasarnya nutrisi sehat masih dibutuhkan wanita selama kehamilan. Calon ibu perlu mendapatkan dua nutrisi ini dari suplemen prenatal dan dari makanan. "Masih terlalu dini mengadvokasi perubahan panduan prenatal untuk kedua jenis nutrisi ini," papar Raghavan.

(Dhorothea)


Sumber : Kompas.com
Editor: Adi Wikanto

KEHAMILAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0021 || diagnostic_api_kanan = 0.0407 || diagnostic_web = 0.2197

Close [X]
×