kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.775
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bahaya tersembunyi diet rendah karbo

Selasa, 19 Desember 2017 / 15:30 WIB

Bahaya tersembunyi diet rendah karbo

Seorang penjaga stan kuliner Nasi Campur melayani pengunjung saat ajang festival budaya Indonesia, Pasar Hamburg 2017, di Hamburg Messehallen, Hamburg, Jerman, Minggu (10/9). Pasar Hamburg 2017 dimeriahkan dengan berbagai program kegiatan, seperti pementasan seni-budaya Indonesia, pameran dan workshop seni, pemutaran film, peragaan busana, dan beragam kuliner khas Nusantara. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/pras/17.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Diet rendah karbohidrat atau pola makan yang membatasi konsumsi karbohidrat sedang naik daun diklaim cepat menurunkan berat badan, banyak orang tertarik mencoba menjalankan diet ini. Namun, apakah diet ini aman bagi kesehatan?

Ada berbagai macam diet rendah karbo, tetapi yang sekarang ini populer adalah diet ketogonik. Penganut diet ini membatasi karbohidrat dan memperbanyak asupan lemak. Ternyata, diet semacam ini dapat membuat tubuh menjadi lemas.

Para ahli gizi juga menilai diet ini bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. "Tubuh  mendapatkan energi yang dibutuhkan dengan memecah karbohidrat dari makanan yang kita asup. Tapi karena kekurangan nutrisi vital ini, tubuh akan mulai memecah lemak," ucap Rachel Clare seoarang ahli diet terdaftar.

Memang hal ini terdengar bagus. Namun saat tubuh memecah lemak, ia melepaskan keton, yang merupakan molekul yang diproduksi oleh hati dari asam lemak.

Kadar keton yang tinggi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan mengubah keseimbangan kimiawi darah. Terlebih lagi, diet rendah karbo sulit bertahan dalam jangka panjang sehingga justru menyebabkan berat badan Anda berfluktuasi. Semua hal ini berefek buruk bagi kesehatan.

"Dalam beberapa kasus medis kecil, diet ketogenik sebenarnya memberi manfaat, seperti untuk penderita epilepsi. Tapi untuk masyarakat umum, diet ketogenik cukup berbahaya," kata Clare.

Lalu, bagaimana cara diet yang tepat? Untuk menurunkan berat badan, dokter menyarankan untuk menukar karbohidrat sederhana favorit Anda dengan karbohidrat kompleks seperti serelia utuh, beras merah, atau pun oatmeal. Jika Anda masih ingin melakukan diet ini, Diet Ketogenik Harus Dalam Pengawasan Dokter.

Bila ragu dengan jenis karbo yang harus dipilih, telusuri merek yang menyertakan kata "utuh" di depan bahan utamanya. Setidaknya setiap bahan makanan memiliki 3 gram serat per sajian. Cara seperti ini akan membuat perut tidak kelaparan dan kesehatan tetap terjaga. (Ariska Puspita Anggraini)

 

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

 


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

KESEHATAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
07 May 2018 - 08 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×