kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45924,65   -6,71   -0.72%
  • EMAS1.319.000 -0,08%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Awas, ada bahaya gagal ginjal dari obat analgesik


Kamis, 11 Februari 2016 / 16:02 WIB
Awas, ada bahaya gagal ginjal dari obat analgesik


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Penggunaan obat analgesik sebagai pereda atau bahkan penghilang rasa sakit sudah dilakukan banyak orang.

Apalagi, beberapa obat analgesik bisa dibeli secara bebas tanpa membutuhkan resep, seperti aspirin, acetaminophen, ibuprofen, maupun naproxen sodium.

Meski obat analgesik tak menimbulkan efek samping yang berbahaya saat digunakan dalam dosis yang tepat, beberapa kondisi bisa berefek sebaliknya pada kesehatan ginjal.

Misalnya saja, mengambil satu dosis atau kombinasi dari obat ini secara teratur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah ginjal.

Dan kebanyakan obat yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal adalah obat yang hanya bisa dibuang melalui ginjal.

Situs WebMD mencatat, beberapa insiden terkait penggunaan obat penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen dengan gagal ginjal akut pernah dilaporkan.

Para pasien dalam kasus ini dilaporkan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dalam dosis tunggal atau kombinasi dalam jangka waktu paling lama 10 hari, tetapi memiliki faktor risiko seperti eritematosus sistemik lupus, usia lanjut, kondisi ginjal kronis, atau konsumsi alkohol.

Pasien membutuhkan tindakan darurat untuk membersihkan darah, namun umumnya fungsi ginjal akan kembali normal saat kondisi darurat berakhir.

Lain cerita dengan masalah ginjal yang didapat karena mengonsumsi obat penghilang rasa sakit berkepanjangan, setiap hari selama beberapa tahun.

Kondisi tersebut bisa membuat seseorang terkena nefropati analgesik, yaitu penyakit ginjal kronis yang disebabkan oleh obat, yang secara bertahap mengarah ke stadium akhir penyakit ginjal dan membutuhkan perawatan permanen.

Bahkan dibutuhkan transplantasi ginjal untuk mengembalikan fungsi ginjal.

Obat penghilang rasa sakit yang menggabungkan dua atau lebih analgesik, misalnya aspirin dan acetaminophen yang digunakan bersama-sama dengan kafein atau kodein, adalah yang paling mungkin untuk merusak ginjal.

Campuran tersebut sering dijual sebagai bubuk atau puyer.

Sedangkan penggunaan analgesik tunggal seperti aspirin saja, belum ditemukan kasus yang menyebabkan kerusakan ginjal.

Sehingga, pasien dengan kondisi yang berisiko meningkatkan gagal ginjal akut harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengambil obat apapun.

Orang-orang yang mengambil obat penghilang rasa sakit secara teratur juga harus segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk memastikan tak ada masalah dengan ginjal.

Dokter mungkin dapat merekomendasikan obat alternatif yang lebih aman bagi ginjal.

(Bestari Kumala Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×